Breaking News
light_mode

PABPDSI Sumenep Bekali BPD Maksimalkan Peran di Program Ketahanan Pangan

  • account_circle JARAK.co
  • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
  • visibility 291
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Pengurus Daerah Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan Ngobrol Santai Seputar Desa (Ngobras Desa) di Cafe Kanca Kona desa Babbalan Sumenep. Kegiatan ini diikuti oleh anggota BPD kabupaten Sumenep baik secara luring maupun daring. Jum’at, 14 Maret 2025.

Ngobras Desa edisi VIII mengundang Mohammad Ilyas selaku Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sumenep sebagai Fasilitator. Secara spesifik membahas tema “Peran BPD dalam Maksimalisasi 20% Dana Ketahanan Pangan”.

Ketua PABPDSI Sumenep, M. Sukran Hamidy, mengatakan bahwa tema ini diangkat untuk memberikan bekal awal kepada BPD di Sumenep.

“BPD sebagai badan pengawas harus memiliki modal awal terkait hal ini” kata ketua BPD Lenteng Barat tersebut.

Mohammad Ilyas di awal pembicaraannya menegaskan peran vital BPD dalam tata kelola desa. Musyawarah Desa sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di desa sebagaimana tertuang dalam Permendes 16 tahun 2019 adalah Forumnya BPD.

Forum tersebut harus dipimpin oleh BPD. Oleh karena itu kehadiran BPD adalah sebuah keniscayaan. Tidak akan lahir Peraturan Desa tanpa keterlibatan BPD di setiap Desa.

“Kades dan BPD adalah laksana suami dan isteri. Jadi harus berkerja sama dan saling terbuka,” kata Ilyas.

Kemudian ia juga memaparkan terkait beberapa program prioritas dari Dana Desa. Seperti pengentasan kemiskinan melalui Bantuan Langsung Tunai dan Ketahanan Pangan. Itu harus dilaksanakan, BPD harus hadir dan memastikan realisasi program tersebut.

Secara khusus Ilyas mengupas tajam terkait alokasi 20% Dana Desa untuk ketahanan pangan. Pihaknya merinci terkait batasan, mekanisme dan cara pengelolaan dana tersebut. Kehadiran Bumdes adalah satu keniscayaan dalam pengelolaan dana tersebut.

“20 persen adalah prosentase yang besar. Maka BPD harus benar-benar hadir dalam pengawasan program tersebut,” pinta Ilyas.

Pihaknya mengapresiasi langkah PABPDSI Sumenep dalam membekali anggota BPD Sumenep terkait pengawasan hal tersebut. Sebagai pengawas kinerja kepala desa BPD harus memiliki modal dasar agar pengawasan berjalan secara maksimal.

Pada sesi tanya jawab, Abdul Adim, anggota BPD dari kecamatan Pasongsongan, menduga kuat bahwa 20% dana ketahanan pangan tanpa penguatan manajemen Bumdes, keterlibatan pihak yang memiliki konsen soal ketahanan pangan seperti kelompok tani dan pengawasan intensif dari BPD berpotensi menjadi bumerang di masa yang akan datang.

“Bahkan, hal ini akan menjadi celah praktik korupsi baru di desa,” kata Adim. ***

  • Penulis: JARAK.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan mahasiswa PMII Komisariat UNIJA menyampaikan orasi di atas mobil komando saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor BRI Cabang Sumenep, dikawal ketat aparat kepolisian. (Ist)

    Mahasiswa Turun Jalan, Tekan BRI Sumenep Tuntaskan Dugaan Penipuan dan Penggelapan

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle En A
    • visibility 149
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sumenep, Kamis (23/4/2026). Aksi tersebut berlangsung memanas dan sempat diwarnai pembakaran ban di hadapan aparat kepolisian. Aksi dipimpin koordinator lapangan Ibnu Aljazari dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja (UNIJA). Massa menuntut pihak bank bertanggung jawab atas […]

  • Ketupat, lambang saling memaafkan setelah hari kemenangan (satu bulan puasa).

    Ketupat, Budaya dan Kearifan Lokal

    • calendar_month Ming, 6 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 420
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK co) – Ketupat bukan sekadar hidangan lezat yang identik dengan perayaan Idulfitri. Lebih dari itu, ketupat adalah simbol budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang sarat makna filosofis dan historis. Ketupat, yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda (janur), memiliki sejarah panjang dalam tradisi Nusantara. Dalam budaya Jawa, ketupat […]

  • Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Madani Putra, Bayu Eka Prasetyo bersama koordinator aksi mahasiswa Ibnu Aljazari.

    Skandal Kredit Fiktif Pensiunan di BRI Sumenep Terkuak, Oknum Teller Jadi Tersangka, Mahasiswa Turun ke Jalan

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle En A
    • visibility 166
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Dugaan penipuan dan penyalahgunaan wewenang yang menimpa seorang pensiunan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sumenep akhirnya mencuat ke ruang publik setelah bergulir selama beberapa tahun. Kasus ini bermula pada 2018, ketika seorang pensiunan bernama Abdul Hamid diduga tidak pernah mengetahui adanya pengajuan pinjaman atas nama dirinya. Namun, secara tiba-tiba, muncul kredit […]

  • Rapat Paripurna DPRD Sumenep Agenda Penandatanganan Persetujuan bersama atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025. (Humas DPRD Sumenep for JARAK.co)

    Banggar DPRD Sumenep Soroti SILPA Rp317 Miliar, Minta Pemkab Genjot PAD Tanpa Membebani Masyarakat

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle En A
    • visibility 48
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sumenep menyoroti masih besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp317,2 miliar. Meski demikian, Banggar menilai capaian tersebut tetap menunjukkan tren positif terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam pelaksanaan pembangunan. Hal itu disampaikan dalam laporan hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban […]

  • Aktivitas alat berat di area galian C dekat permukiman warga di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. (Istimewa)

    Galian C Kian Mengkhawatirkan, Warga Sentol Laok Dihantui Ancaman Longsor dan Dugaan Tambang Ilegal

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle En A
    • visibility 135
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Penolakan warga terhadap aktivitas galian C di Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terus menguat. Meski telah berlangsung sejak 2018, pengerukan tanah di lokasi tersebut justru semakin masif dan kini disebut telah menggunakan alat berat berupa excavator. Kedekatan lokasi tambang dengan permukiman menjadi persoalan paling krusial. Dengan jarak hanya […]

  • FOTO: Petugas tinjau fenomena sumur bor di Desa Prancak, Sumenep. (dok. Istimewa)

    Sumur Bor di Sumenep Semburkan Air 20 Meter, Warga Dikejutkan Aroma Gas

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 343
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Warga Dusun Paojajar, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, dikejutkan oleh semburan air dari sumur bor yang mencapai ketinggian 15–20 meter. Fenomena yang terjadi pada Selasa, 11 Maret 2025, sekitar pukul 06.00 WIB ini juga disertai aroma gas, meskipun tidak ada tanda-tanda nyala api. Semburan tersebut berasal dari sumur bor di lahan […]

expand_less