Breaking News
light_mode

Ketupat, Budaya dan Kearifan Lokal

  • account_circle JARAK.co
  • calendar_month Ming, 6 Apr 2025
  • visibility 281
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK co) – Ketupat bukan sekadar hidangan lezat yang identik dengan perayaan Idulfitri. Lebih dari itu, ketupat adalah simbol budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang sarat makna filosofis dan historis.

Ketupat, yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda (janur), memiliki sejarah panjang dalam tradisi Nusantara. Dalam budaya Jawa, ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga sebagai simbol pembersihan diri dan pengakuan kesalahan.

Kata “ketupat” sendiri diyakini berasal dari istilah “ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan, dan “laku papat” yang bermakna empat tindakan dalam kehidupan spiritual.

Masyarakat Indonesia dari berbagai suku memiliki tradisi tersendiri dalam menyajikan dan memaknai ketupat. Di Jawa, ketupat sering dihidangkan dalam tradisi Lebaran Ketupat atau Bakda Kupat, yaitu seminggu setelah Idulfitri, sebagai bentuk silaturahmi lanjutan.

Di Minangkabau, ketupat hadir dalam tradisi Makan Bajamba, sementara di Bali dikenal dengan sebutan tipat dan menjadi bagian dari upacara keagamaan Hindu.

Tak hanya kaya makna, ketupat juga mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal, seperti gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur. Proses pembuatannya yang melibatkan keluarga atau tetangga secara bersama-sama menjadi simbol solidaritas sosial yang kuat.

Dalam era modern yang serba cepat, pelestarian tradisi ketupat menjadi penting agar generasi muda tetap mengenal dan menghargai warisan budaya leluhur. Ketupat bukan hanya makanan, tapi juga cerita tentang jati diri, nilai, dan kebersamaan.

“Ketupat mengajarkan kita untuk membungkus kesalahan dalam simpul keikhlasan dan membukanya dengan ketulusan hati,” ujar Budayawan Jawa, Ki Sarwo Utomo.

Sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia, ketupat patut dilestarikan, tidak hanya sebagai hidangan khas Lebaran, tetapi juga sebagai simbol kearifan lokal yang tak lekang oleh zaman.***

  • Penulis: JARAK.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua IKA UINSA Korda Sumenep, Ahmad Rahman, saat menyerahkan santunan kepada anak yatim dalam kegiatan berbagi Ramadan. (Istimewa)

    Alumni UINSA Sumenep Tebar Kepedulian Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle En A
    • visibility 91
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK co) – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (IKA UINSA) Koordinator Daerah (Korda) Kabupaten Sumenep dengan menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama tersebut menjadi ajang mempererat kebersamaan antara para alumni dengan masyarakat. […]

  • FOTO: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah. (Ist/JARAK.co)

    Ketua Banggar DPR RI Sebut Tunjangan Perumahan Lebih Efisien daripada Rehab RJA Ratusan Miliar

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Jaja Ahmad Sandinata
    • visibility 185
    • 0Komentar

    JAKARTA, (JARAK.co) – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah, menilai pemberian tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR jauh lebih efisien ketimbang mempertahankan rumah jabatan anggota (RJA). Menurut Said, biaya rehabilitasi dan perawatan RJA justru menguras anggaran hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun. “Lebih baik tunjangan perumahan daripada harus […]

  • Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar saat menyerahkan bantuan sosial kepada korban musibah ledakan tabung gas balon mainan di Kalianget. (Istimewa)

    Tak Hanya Bank Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Hadir sebagai Mitra Sosial Masyarakat

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 205
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Insiden ledakan tabung gas balon ini meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar. Tragedi yang merenggut nyawa remaja dan meluluhlantakkan satu keluarga ini menggugah banyak pihak untuk turut peduli. Melalui aksi nyata seperti ini, BPRS Bhakti Sumekar menegaskan jati dirinya sebagai institusi yang tak hanya mengedepankan layanan keuangan syariah, tetapi juga menjunjung tinggi […]

  • Prosesi pelantikan DPD NasDem Sumenep 2025-2029 di Ballroom Hotel Myze. (JARAK.co)

    Akis Jasuli Nahkodai NasDem Sumenep 2025-2029, Targetkan Lompatan Politik dan Gerakan Kemanusiaan

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle En A
    • visibility 211
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Partai NasDem Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Susunan pengurus DPD NasDem Sumenep periode 2025-2029 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi megah di Ballroom Hotel Myze, Minggu 16 November 2025. Momen ini menandai dimulainya arah baru kepemimpinan partai di bawah komando Akis Jasuli sebagai Ketua, Ashwar Syadid sebagai Sekretaris, dan H. Muta’im sebagai Bendahara. […]

  • Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) dan Wakil Bupati Sumenep Kiai Imam Hasyim mengajak puluhan anak yatim berbelanja pakaian lebaran bersama di toko DNR Collection, Jumat, 21 Maret 2025.

    Belanja Baju Lebaran, Cara KJS dan Wabup Sumenep Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim

    • calendar_month Sab, 22 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 255
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Sebagai upaya menebar kebahagiaan di Bulan Ramadan, Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) dan Wakil Bupati Sumenep Kiai Imam Hasyim mengajak puluhan anak yatim berbelanja pakaian lebaran bersama di toko DNR Collection, Jumat, 21 Maret 2025. Terlihat para anak yatim terlihat bahagia memilih pakaian yang mereka suka sambil lalu ditemani Wakil Bupati Sumenep serta […]

  • Ketupat, lambang saling memaafkan setelah hari kemenangan (satu bulan puasa).

    Makna Filosofis Ketupat dalam Budaya Jawa, Lebih dari Sekadar Hidangan Lebaran

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 199
    • 0Komentar

    SUMENEP (JARAK.co) – Ketupat, makanan khas yang identik dengan perayaan Idul Fitri, ternyata memiliki makna filosofis yang dalam dalam budaya Jawa. Istilah “ketupat” dalam bahasa Jawa disebut sebagai “kupat”, yang merupakan kependekan dari “ngaku lepat”. Dalam bahasa Indonesia, frasa ini berarti “mengaku salah” atau “mengaku dosa”. Tradisi ini mencerminkan momen saling memaafkan di hari kemenangan […]

expand_less