Breaking News
light_mode

Pesan Kebangsaan MH Said Abdullah di HUT ke-80 RI: Jangan Pernah Lelah Mencintai Republik

  • account_circle JARAK.co
  • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
  • visibility 426
  • comment 0 komentar

Jakarta, (JARAK.CO) – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus Ketua Badan Anggaran DPR RI, MH Said Abdullah, mengingatkan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, momen ini harus menjadi ajang refleksi dan peneguhan komitmen kebangsaan.

Menurut Said, kemerdekaan sejati adalah janji abadi setiap warga negara untuk menjaga, merawat, dan meneruskan cita-cita Indonesia agar tetap tegak berdiri menghadapi tantangan zaman.

“Jangan pernah lelah mencintai republik ini, meski jalan di depan penuh tantangan,” ujar Said Abdullah, Selasa (19/8/2025).

Said menegaskan, peringatan 17 Agustus seharusnya tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan juga menjadi momentum untuk mengenang pengorbanan besar para pahlawan bangsa.

Ia menilai, Proklamasi 1945 lahir dari perjuangan, darah, dan air mata, yang menuntut generasi kini menjaga maknanya dengan penuh tanggung jawab.

“Merdeka bukan sekadar teriakan, tapi janji abadi untuk merawat dan meneruskan mimpi Indonesia,” tegasnya.

Lebih jauh, Said menilai cinta tanah air tidak cukup diwujudkan dalam simbol atau slogan. Nasionalisme sejati, kata dia, harus hadir dalam kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta menjaga persatuan bangsa.

Sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI, ia mengajak seluruh elemen bangsa baik masyarakat, tokoh, maupun elite politik untuk bersatu, optimis, dan berkomitmen melanjutkan pembangunan.

“Cinta tanah air harus hidup dalam kerja, dalam kebijakan, dan dalam kepedulian kepada rakyat kecil,” pungkasnya. ***

  • Penulis: JARAK.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto Bersama FGD Bersama Paguyuban pengusaha Rokok Lokal beserta para ketua Asosiasi Media di Kabupaten Sumenep.

    Sinergi Pemkab Sumenep, Bea Cukai dan Media Dorong Legalitas Usaha Rokok Lokal Demi Ekonomi Madura Lewat FGD

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 538
    • 0Komentar

    SUMENEP, (Jarak.co) – Upaya mendorong legalitas dan kemandirian industri rokok lokal terus digalakkan di Kabupaten Sumenep. Forum Pimpinan Asosiasi Media (Forpam) menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Pendopo Agung Keraton Sumenep, pada Kamis 17 Juli 2025. Dengan mengusung tema ‘Memperkuat Sinergi Pemerintah, Bea Cukai, dan Pers dalam Mendorong Legalitas Usaha Rokok Lokal di Sumenep’, […]

  • ANTUSIAS; Puluhan siswa di Kecamatan Lenteng, buka tabungan SimPel di BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda).

    BPRS Bhakti Sumekar Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini Lewat Tabungan SimPel

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle En A
    • visibility 233
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) terus memperkuat literasi keuangan di kalangan pelajar. Pada September 2025, bank daerah ini kembali memperkenalkan produk Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Tabungan SimPel merupakan program nasional perbankan Indonesia yang ditujukan bagi pelajar mulai tingkat PAUD/TK hingga SMA/MA sederajat. Produk ini memiliki setoran […]

  • Ilustrasi filosofi hidup permainan ular tangga. (Istimewa)

    Filosofi di Balik Papan Permainan: Hidup, Ular, dan Tangga

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 223
    • 0Komentar

    NASIONAL, (JARAK.co) – Dalam kesederhanaan permainan anak-anak, sering tersembunyi kebijaksanaan mendalam tentang kehidupan. Salah satu contohnya adalah permainan klasik ular tangga, yang ternyata menyimpan filosofi kuat tentang bagaimana manusia seharusnya menyikapi perjalanan hidup dengan semangat, ketabahan, dan keyakinan. Ular tangga bukan sekadar permainan keberuntungan. Ia adalah cerminan kehidupan nyata. Setiap pemain memulai dari kotak pertama, […]

  • Kapolres Sumenep AKBP Rivanda bersama jajaran sowan ke Ponpes Al Amien, Prenduan, Sumenep. (Istimewa)

    Bangun Sinergi dengan Ulama, Kapolres Sumenep Sowan ke Ponpes Al-Amien Prenduan

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 239
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kecamatan Pragaan, Selasa siang 29 April 2025, kemarin. Kunjungan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para ulama sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan kalangan pesantren. Dalam kunjungan yang berlangsung dalam suasana hangat dan santai tersebut, Kapolres didampingi oleh sejumlah Pejabat […]

  • Ketupat, lambang saling memaafkan setelah hari kemenangan (satu bulan puasa).

    Makna Filosofis Ketupat dalam Budaya Jawa, Lebih dari Sekadar Hidangan Lebaran

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 264
    • 0Komentar

    SUMENEP (JARAK.co) – Ketupat, makanan khas yang identik dengan perayaan Idul Fitri, ternyata memiliki makna filosofis yang dalam dalam budaya Jawa. Istilah “ketupat” dalam bahasa Jawa disebut sebagai “kupat”, yang merupakan kependekan dari “ngaku lepat”. Dalam bahasa Indonesia, frasa ini berarti “mengaku salah” atau “mengaku dosa”. Tradisi ini mencerminkan momen saling memaafkan di hari kemenangan […]

  • Masyarat Madura saat Toron (pulang kampung) melewati jembatan Suramadu. (Istimewa)

    Tradisi Toron: Momen Mudik Unik Masyarakat Madura

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 222
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Masyarakat Madura memiliki tradisi unik bernama Toron, yaitu kebiasaan pulang kampung secara massal menjelang bulan Ramadan atau setelah panen tembakau. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi momen penting untuk bersilaturahmi serta menghormati leluhur. Toron berasal dari kata dalam bahasa Madura yang berarti “turun.” Tradisi ini mencerminkan eratnya hubungan perantau Madura dengan […]

expand_less