Breaking News
light_mode

Galian C Kian Mengkhawatirkan, Warga Sentol Laok Dihantui Ancaman Longsor dan Dugaan Tambang Ilegal

  • account_circle En A
  • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
  • visibility 282
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Penolakan warga terhadap aktivitas galian C di Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terus menguat.

Meski telah berlangsung sejak 2018, pengerukan tanah di lokasi tersebut justru semakin masif dan kini disebut telah menggunakan alat berat berupa excavator.

Kedekatan lokasi tambang dengan permukiman menjadi persoalan paling krusial. Dengan jarak hanya sekitar 20 hingga 25 meter dari rumah warga, aktivitas pengerukan dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan lingkungan sekitar.

“Sudah beberapa kali kami memohon agar penggalian dihentikan, termasuk kepada kepala desa. Tapi sampai sekarang tetap berjalan. Sekarang malah sudah pakai excavator,” ungkap seorang warga kepada media, Senin 04 Mei 2026.

Bagi warga, persoalan ini bukan lagi sekadar ketidaknyamanan akibat debu dan kebisingan. Mereka kini dihantui ancaman kerusakan struktur tanah yang berpotensi berdampak langsung pada bangunan rumah.

“Setiap hari kami dihantui rasa takut. Jarak rumah dengan galian sangat dekat. Kalau tanahnya terus dikeruk, bukan tidak mungkin pondasi rumah retak atau ambles. Kalau sampai longsor, kami yang pertama kena,” tutur warga lainnya.

Indikasi dampak lingkungan juga mulai terlihat. Salah satu ruas jalan desa dilaporkan sempat ambrol dan hingga kini belum diperbaiki. Warga menduga kerusakan tersebut tidak lepas dari aktivitas galian yang terus berlangsung di sekitar area tersebut.

Trauma warga semakin bertambah setelah insiden tambang di wilayah Pragaan belum lama ini. Pada Jumat, 13 Februari 2026, sebuah mobil pikap dilaporkan terperosok ke jurang bekas galian di Dusun Kembang, Desa Rombasan. Peristiwa itu mempertegas lemahnya pengawasan terhadap aktivitas tambang di kawasan tersebut.

Di sisi lain, muncul dugaan bahwa aktivitas galian C di Sentol Laok belum mengantongi izin resmi. Meski demikian, kegiatan pengerukan tetap berjalan tanpa ada tanda-tanda penertiban.

“Mungkin karena kami orang kecil, tidak punya kuasa dan pengaruh, jadi permohonan kami seperti tidak pernah dianggap,” ujar warga lainnya.

Warga berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi ini. Mereka mendesak aparat desa hingga pemerintah kabupaten serta instansi terkait untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas, sebelum risiko yang lebih besar benar-benar terjadi.

Sementara itu, Kepala Desa Sentol Laok, Abriyono, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp pada Senin (4/5/2026) masih belum direspons.***

  • Penulis: En A
  • Editor: Agira Jie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FOTO: Petugas tinjau fenomena sumur bor di Desa Prancak, Sumenep. (dok. Istimewa)

    Sumur Bor di Sumenep Semburkan Air 20 Meter, Warga Dikejutkan Aroma Gas

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 505
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Warga Dusun Paojajar, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, dikejutkan oleh semburan air dari sumur bor yang mencapai ketinggian 15–20 meter. Fenomena yang terjadi pada Selasa, 11 Maret 2025, sekitar pukul 06.00 WIB ini juga disertai aroma gas, meskipun tidak ada tanda-tanda nyala api. Semburan tersebut berasal dari sumur bor di lahan […]

  • Pesona alam yang luar biasa, Pantai Sembilan di Gili Genting (Foto: instaram@vechaatmadya)

    Menjelajah Sumenep: Surga Wisata di Ujung Timur Madura

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 428
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Sumenep, sebuah kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Madura, Jawa Timur, menawarkan berbagai destinasi wisata yang memukau. Dari keindahan alam hingga warisan budaya dan sejarah, Sumenep memiliki daya tarik yang patut untuk dieksplorasi. Berikut adalah beberapa tempat wisata utama di Sumenep yang layak untuk dikunjungi: Pulau Gili Labak Gili Labak adalah […]

  • Sosialisasi Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Sumenep di Pendopo Kecamatan Bluto. (Dok.Jarak.co)

    Jaga Harmoni Sosial, Bakesbangpol Sumenep Dorong Penguatan Peran Ormas

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2026
    • account_circle En
    • visibility 135
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep menegaskan pentingnya memperkuat peran organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial di tengah masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Organisasi Kemasyarakatan bertema Penguatan Peran Ormas dalam Merawat Harmoni Sosial Sumenep Berbasis Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato di Pendopo Kecamatan Bluto, […]

  • Ketupat, lambang saling memaafkan setelah hari kemenangan (satu bulan puasa).

    Ketupat, Budaya dan Kearifan Lokal

    • calendar_month Ming, 6 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 589
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK co) – Ketupat bukan sekadar hidangan lezat yang identik dengan perayaan Idulfitri. Lebih dari itu, ketupat adalah simbol budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang sarat makna filosofis dan historis. Ketupat, yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda (janur), memiliki sejarah panjang dalam tradisi Nusantara. Dalam budaya Jawa, ketupat […]

  • Menebar Berkah, Mencerahkan Generasi Ala PWRI Sumenep di Bulan Ramadan

    Menebar Berkah, Mencerahkan Generasi Ala PWRI Sumenep di Bulan Ramadan

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 425
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep kembali mengadakan kegiatan sosial dan edukatif bertajuk “Menebar Berkah, Mencerahkan Generasi” pada Sabtu, 15 Maret 2025. Acara ini menggabungkan dua agenda utama, yaitu pelatihan jurnalistik di Aula Jhâghâ Tembâ, Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, serta pembagian voucher takjil di Taman Tajamara […]

  • Topeng Dalang Putera Sumekar bakal tampil di MEC 2025. (Istimewa)

    Madura Ethnic Carnival 2025 Angkat Tema Topeng, Ratusan Seniman Lokal Siap Meriahkan Sumenep

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle En A
    • visibility 449
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025 akan kembali digelar pada Sabtu malam, 20 September, dengan menghadirkan kemeriahan budaya di depan Keraton Sumenep hingga Taman Bunga. Event tahunan yang selalu dinanti masyarakat ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang kolaborasi seniman lokal. Sejumlah komunitas seni dan budaya Sumenep turut ambil bagian, di antaranya Madurock, Ethnic […]

expand_less