Breaking News
light_mode

Rumah Institute: Pengusutan Dugaan Korupsi di Lingkungan Jampidsus Jadi Ujian Supremasi Hukum

  • account_circle En A
  • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
  • visibility 145
  • comment 0 komentar

JAKARTA, (JARAK.co) – Direktur Rumah Institute, Irwan Hidayat, menegaskan bahwa mencuatnya dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret lingkungan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) harus menjadi momentum untuk membuktikan bahwa penegakan hukum di Indonesia berjalan secara adil dan tanpa pandang bulu.

Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana yang telah ditindaklanjuti aparat penegak hukum wajib diproses secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah.

Karena itu, ia mengapresiasi langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Bareskrim Polri yang tengah menyelidiki dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait perkara batu bara blackout PLN.

“Polri harus diberi ruang untuk bekerja secara independen dan profesional. Jika memang ditemukan bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi, maka proses hukum harus dilanjutkan hingga tuntas tanpa melihat jabatan maupun institusi tempat seseorang berada,” kata Irwan. Kamis (09/07/2026).

Ia menilai, penemuan barang bukti berupa uang dalam jumlah besar saat penggeledahan menjadi dasar yang cukup bagi penyidik untuk melakukan pendalaman secara menyeluruh. Menurutnya, masyarakat berharap perkara tersebut dibuka secara terang agar tidak menimbulkan spekulasi di ruang publik.

“Publik tidak sedang mencari siapa yang harus disalahkan, melainkan menginginkan kepastian bahwa hukum ditegakkan secara adil. Prinsip equality before the law harus benar-benar diwujudkan. Tidak boleh ada kesan bahwa penegakan hukum hanya tajam ke luar, tetapi tumpul ke dalam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irwan menilai perkembangan perkara ini merupakan ujian nyata bagi pemerintah dalam menunjukkan komitmen terhadap agenda pemberantasan korupsi. Dukungan politik kepada aparat penegak hukum, katanya, harus diwujudkan dengan memberi keleluasaan kepada penyidik untuk menuntaskan perkara tanpa intervensi pihak mana pun.

“Kami meminta Presiden memastikan seluruh aparat penegak hukum dapat bekerja secara independen. Jangan sampai ada intervensi yang menghambat proses penyidikan. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Rumah Institute juga mengajak masyarakat sipil, akademisi, media, dan seluruh elemen bangsa untuk mengawal jalannya proses hukum secara objektif dan bertanggung jawab. Pengawasan publik dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas sekaligus memastikan hak-hak setiap pihak tetap dihormati sesuai asas praduga tak bersalah.

Irwan menegaskan, pihaknya mendukung penuh upaya Polri dalam mengusut dugaan korupsi di lingkungan Jampidsus secara profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, keberhasilan mengungkap perkara tersebut akan menjadi bukti bahwa supremasi hukum benar-benar ditegakkan tanpa tebang pilih.

Pada akhirnya, kata dia, yang dipertaruhkan bukan hanya penyelesaian satu perkara, melainkan juga kredibilitas sistem penegakan hukum Indonesia secara keseluruhan.

Jika proses berjalan terbuka, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang sah, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dan komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi akan semakin menguat.***

  • Penulis: En A
  • Editor: Nel

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua IKA UINSA Korda Sumenep, Ahmad Rahman, saat menyerahkan santunan kepada anak yatim dalam kegiatan berbagi Ramadan. (Istimewa)

    Alumni UINSA Sumenep Tebar Kepedulian Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle En A
    • visibility 307
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK co) – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (IKA UINSA) Koordinator Daerah (Korda) Kabupaten Sumenep dengan menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama tersebut menjadi ajang mempererat kebersamaan antara para alumni dengan masyarakat. […]

  • Koordinator Wilayah MBG Sumenep, Moh. Kholilurrahman (berdiri) saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “NgomBe (Ngobrol MBG).

    MBG di Sumenep Terus Dievaluasi, Layanan ke Wilayah Kepulauan Jadi Perhatian

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2026
    • account_circle En A
    • visibility 142
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep akan terus dievaluasi guna memastikan manfaatnya dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Evaluasi berkelanjutan dinilai penting untuk menyempurnakan pelaksanaan program sekaligus menjawab berbagai dinamika di lapangan. Hal tersebut disampaikan Koordinator Wilayah MBG Sumenep, Moh. Kholilurrahman, saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) […]

  • Ketupat, lambang saling memaafkan setelah hari kemenangan (satu bulan puasa).

    Makna Filosofis Ketupat dalam Budaya Jawa, Lebih dari Sekadar Hidangan Lebaran

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 427
    • 0Komentar

    SUMENEP (JARAK.co) – Ketupat, makanan khas yang identik dengan perayaan Idul Fitri, ternyata memiliki makna filosofis yang dalam dalam budaya Jawa. Istilah “ketupat” dalam bahasa Jawa disebut sebagai “kupat”, yang merupakan kependekan dari “ngaku lepat”. Dalam bahasa Indonesia, frasa ini berarti “mengaku salah” atau “mengaku dosa”. Tradisi ini mencerminkan momen saling memaafkan di hari kemenangan […]

  • Tim Inafis Polresta Sumenep saat melakukan pemeriksaan di TKP. (Istimewa for Jarak.co)

    Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya

    • calendar_month Kam, 8 Okt 2026
    • account_circle En
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Seorang pria berinisial MR (37), warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (7/10/2026) malam. Korban ditemukan di rumahnya di Jalan HP Kusuma, RT 003/RW 002, Desa Pamolokan, sekitar pukul 20.30 WIB. Polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga dan keluarga korban. Peristiwa itu […]

  • Seminar literasi keuangan JMSI dan BPRS Bhakti Sumenkar Perseroda di Yayasan Pondok Pesantren Al-Ittihad, Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Sabtu (13/9/2025).

    Generasi Cerdas Finansial: JMSI dan BPRS Bhakti Sumekar Gelar Literasi Keuangan di Lenteng

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle En A
    • visibility 387
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumenep berkolaborasi dengan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Perseroda dalam menggelar seminar literasi keuangan di Yayasan Pondok Pesantren Al-Ittihad, Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Sabtu (13/9/2025). Mengusung tema “Menumbuhkan Generasi Melek Finansial Sejak Dini”, kegiatan ini diikuti puluhan siswa SMP dan SMA sederajat […]

  • FOTO: Ketua DPP PDI Perjuangan, MH. Said Abdullah. (Ist/JARAK.co)

    Said Abdullah Tegaskan PDIP Jadi Penyeimbang Pemerintahan Presiden Prabowo

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Jaja Ahmad Sandinata
    • visibility 388
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Ketua DPP PDI Perjuangan MH. Said Abdullah menegaskan partainya akan mengambil posisi sebagai penyeimbang atau sparing partner pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Kalau hasil keputusan kongres kami, kongres ke-6 di Bali, kami tetap menjadi sparing partner pemerintah,” kata Said kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Meski berada di luar pemerintahan, […]

expand_less