Breaking News
light_mode

Rumah Institute: Pengusutan Dugaan Korupsi di Lingkungan Jampidsus Jadi Ujian Supremasi Hukum

  • account_circle En A
  • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
  • visibility 146
  • comment 0 komentar

JAKARTA, (JARAK.co) – Direktur Rumah Institute, Irwan Hidayat, menegaskan bahwa mencuatnya dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret lingkungan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) harus menjadi momentum untuk membuktikan bahwa penegakan hukum di Indonesia berjalan secara adil dan tanpa pandang bulu.

Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana yang telah ditindaklanjuti aparat penegak hukum wajib diproses secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah.

Karena itu, ia mengapresiasi langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Bareskrim Polri yang tengah menyelidiki dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait perkara batu bara blackout PLN.

“Polri harus diberi ruang untuk bekerja secara independen dan profesional. Jika memang ditemukan bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi, maka proses hukum harus dilanjutkan hingga tuntas tanpa melihat jabatan maupun institusi tempat seseorang berada,” kata Irwan. Kamis (09/07/2026).

Ia menilai, penemuan barang bukti berupa uang dalam jumlah besar saat penggeledahan menjadi dasar yang cukup bagi penyidik untuk melakukan pendalaman secara menyeluruh. Menurutnya, masyarakat berharap perkara tersebut dibuka secara terang agar tidak menimbulkan spekulasi di ruang publik.

“Publik tidak sedang mencari siapa yang harus disalahkan, melainkan menginginkan kepastian bahwa hukum ditegakkan secara adil. Prinsip equality before the law harus benar-benar diwujudkan. Tidak boleh ada kesan bahwa penegakan hukum hanya tajam ke luar, tetapi tumpul ke dalam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irwan menilai perkembangan perkara ini merupakan ujian nyata bagi pemerintah dalam menunjukkan komitmen terhadap agenda pemberantasan korupsi. Dukungan politik kepada aparat penegak hukum, katanya, harus diwujudkan dengan memberi keleluasaan kepada penyidik untuk menuntaskan perkara tanpa intervensi pihak mana pun.

“Kami meminta Presiden memastikan seluruh aparat penegak hukum dapat bekerja secara independen. Jangan sampai ada intervensi yang menghambat proses penyidikan. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Rumah Institute juga mengajak masyarakat sipil, akademisi, media, dan seluruh elemen bangsa untuk mengawal jalannya proses hukum secara objektif dan bertanggung jawab. Pengawasan publik dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas sekaligus memastikan hak-hak setiap pihak tetap dihormati sesuai asas praduga tak bersalah.

Irwan menegaskan, pihaknya mendukung penuh upaya Polri dalam mengusut dugaan korupsi di lingkungan Jampidsus secara profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, keberhasilan mengungkap perkara tersebut akan menjadi bukti bahwa supremasi hukum benar-benar ditegakkan tanpa tebang pilih.

Pada akhirnya, kata dia, yang dipertaruhkan bukan hanya penyelesaian satu perkara, melainkan juga kredibilitas sistem penegakan hukum Indonesia secara keseluruhan.

Jika proses berjalan terbuka, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang sah, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dan komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi akan semakin menguat.***

  • Penulis: En A
  • Editor: Nel

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SIMBOLIS. Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono menyerahkan hibah buku dalam kegiatan Mimbar Jurnalistik. (Istimewa)

    Sambut HPN 2026, PWRI Sumenep Gelar Mimbar Jurnalistik dan Hibahkan Puluhan Buku

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle En A
    • visibility 293
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Dewan Pengurus Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar kegiatan Mimbar Jurnalistik bertema “Membangun Budaya Baca dan Nalar Kritis di Era Informasi”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (10/2/2026) siang di Lembaga Pendidikan Islam Arroqy, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding. […]

  • Ketupat, lambang saling memaafkan setelah hari kemenangan (satu bulan puasa).

    Makna Filosofis Ketupat dalam Budaya Jawa, Lebih dari Sekadar Hidangan Lebaran

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 427
    • 0Komentar

    SUMENEP (JARAK.co) – Ketupat, makanan khas yang identik dengan perayaan Idul Fitri, ternyata memiliki makna filosofis yang dalam dalam budaya Jawa. Istilah “ketupat” dalam bahasa Jawa disebut sebagai “kupat”, yang merupakan kependekan dari “ngaku lepat”. Dalam bahasa Indonesia, frasa ini berarti “mengaku salah” atau “mengaku dosa”. Tradisi ini mencerminkan momen saling memaafkan di hari kemenangan […]

  • Tim Inafis Polresta Sumenep saat melakukan pemeriksaan di TKP. (Istimewa for Jarak.co)

    Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya

    • calendar_month Kam, 8 Okt 2026
    • account_circle En
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Seorang pria berinisial MR (37), warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (7/10/2026) malam. Korban ditemukan di rumahnya di Jalan HP Kusuma, RT 003/RW 002, Desa Pamolokan, sekitar pukul 20.30 WIB. Polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga dan keluarga korban. Peristiwa itu […]

  • Kapolres Sumenep AKBP Rivanda bersama jajaran sowan ke Ponpes Al Amien, Prenduan, Sumenep. (Istimewa)

    Bangun Sinergi dengan Ulama, Kapolres Sumenep Sowan ke Ponpes Al-Amien Prenduan

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 406
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kecamatan Pragaan, Selasa siang 29 April 2025, kemarin. Kunjungan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para ulama sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan kalangan pesantren. Dalam kunjungan yang berlangsung dalam suasana hangat dan santai tersebut, Kapolres didampingi oleh sejumlah Pejabat […]

  • Petugas Kepolisian Olah TKP di Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

    Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar di Tegalan Batang-Batang, Polisi Lakukan Olah TKP

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2026
    • account_circle En
    • visibility 86
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Warga Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang perempuan dalam kondisi terbakar di area tegalan milik warga di Dusun Taroman, Jumat (28/8/2026) pagi. Korban diketahui berinisial S (70), warga Dusun Karangkeng, Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB oleh seorang warga yang […]

  • FGD “NgomBe” PWRI Sumenep di Tanean Cafe. (Dok. Jarak.co)

    FGD “NgomBe” PWRI Sumenep Rumuskan Rekomendasi bagi Keberlanjutan Program MBG

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle En A
    • visibility 116
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “NgomBe (Ngobrol MBG): Program Berdampak, Lanjut atau Tidak?” di Tanean Cafe, Kamis (9/7/2026). Forum yang menghadirkan unsur pemerintah, legislatif, tenaga kesehatan, akademisi, dan insan pers ini menjadi wadah untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) […]

expand_less