Harumkan Nama Sumenep di HSN 2026, Tiga Santri Sabilul Huda Raih Prestasi Tingkat Jatim
- account_circle En
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar

BANGGA: Tiga Santri Ponpes Hidayatul Ulum Raih Prestasi Tingkat Jatim. (Istimewa for JARAK.co)
SUMENEP, (JARAK.co) – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum membanggakan bagi Pondok Pesantren Hidayatul Ulum, Yayasan Sabilul Huda, Gadu Barat, Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Tiga santri pondok pesantren tersebut berhasil meraih prestasi dalam ajang Semarak Lomba Hari Santri Nasional 2026 tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA 1 Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.
Ketiga santri itu merupakan siswa dan siswi SMA Islam Sabilul Huda, Gadu Barat, diantaranya Royhan Alfin Nufus, Istianah, dan Kholifatul Karomah NR. Mereka berhasil meraih penghargaan pada dua cabang perlombaan, yakni puisi dan pidato Bahasa Indonesia.
Royhan Alfin Nufus meraih juara III lomba puisi. Sementara Istianah memperoleh Harapan I pada lomba pidato Bahasa Indonesia. Adapun Kholifatul Karomah NR meraih Harapan I dalam lomba puisi.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Ponpes Hidayatul Ulum, Yayasan Sabilul Huda. Prestasi di tingkat provinsi itu sekaligus menunjukkan bahwa para santri memiliki potensi untuk berkembang dan berkompetisi di berbagai bidang, termasuk sastra dan keterampilan berkomunikasi.
Keberhasilan ketiganya juga menambah catatan positif bagi dunia pendidikan pesantren di Kabupaten Sumenep. Mereka mampu menunjukkan kemampuan melalui kompetisi yang menuntut penguasaan materi, kreativitas, kepercayaan diri, serta keterampilan menyampaikan gagasan.
Dalam lomba puisi, peserta dituntut mampu memahami makna karya, menghayati isi, serta menampilkan ekspresi dan intonasi yang tepat. Sementara lomba pidato Bahasa Indonesia membutuhkan kemampuan menyusun gagasan secara runtut, menggunakan bahasa yang baik, dan menyampaikan pesan secara meyakinkan di hadapan audiens.
Kedua bidang tersebut menjadi bagian penting dalam mengembangkan kemampuan literasi dan komunikasi santri. Keterampilan itu tidak hanya bermanfaat dalam perlombaan, tetapi juga menjadi bekal untuk menempuh pendidikan lebih lanjut dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Momentum Hari Santri Nasional juga menjadi pengingat bahwa pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, berilmu, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Penguatan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pengetahuan, kreativitas, serta keterampilan yang dibutuhkan generasi muda.
Prestasi Royhan, Istianah, dan Kholifatul di tingkat Jawa Timur diharapkan menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan potensi diri. Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya memberikan ruang bagi santri untuk menyalurkan bakat dan minat melalui berbagai kegiatan positif.
Dengan raihan tiga penghargaan tersebut, Ponpes Hidayatul Ulum, Yayasan Sabilul Huda, Gadu Barat, Kacamatan Ganding tersebut turut menorehkan kebanggaan pada momentum HSN 2026.
Capaian ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh santri untuk terus berkarya, meningkatkan kemampuan, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang. ***
- Penulis: En
- Editor: Nel


Saat ini belum ada komentar