FGD PWRI Sumenep: Program MBG Dinilai Picu Perputaran Ekonomi Daerah
- account_circle En A
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) PWRI Sumenep di Tanean Cafe, Sumenep. (Dok. Jarak.co)
SUMENEP, (JARAK.co) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berperan meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi di daerah.
Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) “NgomBe (Ngobrol MBG): Program Berdampak, Lanjut atau Tidak?” yang digelar DPC PWRI Sumenep di Tanean Cafe, Kamis (9/7/2026).
Kepala KPPG Surabaya, Kusmayanti, mengatakan MBG merupakan program lintas sektor yang dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kemiskinan. Sasaran program mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga peserta didik.
“MBG bukan sekadar pemberian makanan. Program ini diharapkan melahirkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas di masa mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan MBG turut menciptakan efek berantai bagi perekonomian lokal. Kebutuhan bahan pangan untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka peluang usaha bagi petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga toko bahan pokok.
Kusmayanti menegaskan, anggaran MBG tidak dapat disalurkan secara tunai kepada masyarakat karena seluruh penggunaan APBN harus dapat dipertanggungjawabkan dan diaudit. Untuk itu, pengelolaan program dilakukan melalui ekosistem yang melibatkan berbagai mitra agar tetap transparan dan akuntabel.
Ia menambahkan, Badan Gizi Nasional terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah guna memastikan program berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sumenep, Diah Evi Nuraini, menjelaskan bahwa pemerintah daerah berperan mempercepat pelaksanaan program melalui koordinasi, sosialisasi, dan fasilitasi lintas sektor.
“Setiap masukan dan aduan masyarakat kami tindak lanjuti dengan verifikasi lapangan. Hasilnya menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan pelaksanaan MBG di Sumenep,” katanya.
Forum yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan menjadi sarana penguatan sekaligus evaluasi berkelanjutan bagi pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Sumenep.***
- Penulis: En A
- Editor: Agira Jie


Saat ini belum ada komentar