Breaking News
light_mode

Tradisi Toron: Momen Mudik Unik Masyarakat Madura

  • account_circle JARAK.co
  • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
  • visibility 393
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Masyarakat Madura memiliki tradisi unik bernama Toron, yaitu kebiasaan pulang kampung secara massal menjelang bulan Ramadan atau setelah panen tembakau.

Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi momen penting untuk bersilaturahmi serta menghormati leluhur.

Toron berasal dari kata dalam bahasa Madura yang berarti “turun.” Tradisi ini mencerminkan eratnya hubungan perantau Madura dengan kampung halaman.

Biasanya, masyarakat Madura merantau ke berbagai daerah di Indonesia, terutama ke kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan Kalimantan.

Saat musim Toron tiba, mereka berbondong-bondong pulang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari bus, kapal laut, hingga kendaraan pribadi.

Bagi masyarakat Madura, pulang kampung bukan hanya sekadar melepas rindu dengan keluarga, tetapi juga bagian dari kewajiban sosial dan budaya.

Mereka datang untuk berziarah ke makam leluhur, mempererat hubungan keluarga, serta mengikuti berbagai ritual adat. Selain itu, momen ini juga sering dimanfaatkan untuk menggelar acara keluarga, seperti pernikahan atau selamatan.

Namun, tradisi Toron juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal lonjakan arus mudik dan kemacetan. Pemerintah daerah serta pihak kepolisian biasanya bersiap mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan memastikan perjalanan para pemudik berjalan lancar.

Meski zaman terus berkembang, tradisi Toron tetap bertahan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Madura. Bagi mereka, tidak ada yang lebih berharga daripada berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, meskipun harus menempuh perjalanan jauh.***

  • Penulis: JARAK.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sholawat Akbar PT Arinna Makmur Sentosa bersama Majelis Az-Zahir Pekalongan di Lapangan Duwak Labuh, Dusun Daleman, Kecamatan Ganding.

    Ribuan Masyarakat Sumenep Hadiri Sholawat Akbar PT Arinna di Ganding

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 395
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Sumenep tumpah ruah menghadiri Sholawat Akbar bersama Majelis Az-Zahir Pekalongan di Lapangan Duwak Labuh, Dusun Daleman, Kecamatan Ganding, Selasa malam (16/9/2025). Acara yang digelar oleh PT Arinna Makmur Sentosa ini berlangsung khidmat sekaligus meriah, dipenuhi lantunan sholawat yang dipimpin langsung oleh Habib Ali Zainal Abidin bin […]

  • Ketua IKA UINSA Korda Sumenep, Ahmad Rahman, saat menyerahkan santunan kepada anak yatim dalam kegiatan berbagi Ramadan. (Istimewa)

    Alumni UINSA Sumenep Tebar Kepedulian Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle En A
    • visibility 316
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK co) – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (IKA UINSA) Koordinator Daerah (Korda) Kabupaten Sumenep dengan menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama tersebut menjadi ajang mempererat kebersamaan antara para alumni dengan masyarakat. […]

  • Barang bukti yang diamankan Satresnarkoba Polres Sumenep. (Istimewa)

    Satresnarkoba Sumenep Tangkap Warga Gadu Timur Diduga Edarkan Sabu

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle En A
    • visibility 427
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sumenep kembali mencatat keberhasilan dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Pada Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 13.15 WIB kemarin, petugas mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu di area tanah tegalan Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep. Kapolres Sumenep AKBP Rivanda melalui Kasi Humas Polres Sumenep, AKP […]

  • Pemdes Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, saat menggelar musyawarah desa khusus (Musdesus) pendirian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, di pendopo balai desa setempat.

    Desa Lobuk Jadi Pelopor Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Bluto

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 358
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pemerintah Desa (Pemdes) Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) terkait pendirian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Senin 5 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di pendopo balai desa setempat dan menjadi tonggak awal pelaksanaan Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 di Kecamatan Bluto. Musdesus yang dipimpin oleh Badan […]

  • Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep Agus Dwi Saputra (kiri) dan Ketua Ketua JMSI Sumenep, Supanji.

    Pemkab Sumenep Apresiasi Gerakan JMSI Tanam 1.500 Mangrove

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2026
    • account_circle En
    • visibility 90
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengapresiasi langkah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep yang ikut mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir melalui penanaman 1.500 bibit mangrove. Penanaman mangrove tersebut dilakukan di kawasan Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Jumat (28/8/2026), dalam kegiatan bertajuk “JMSI Peduli Lingkungan: Pers Menjaga Pesisir […]

  • Aktivitas alat berat di area galian C dekat permukiman warga di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. (Istimewa)

    Galian C Kian Mengkhawatirkan, Warga Sentol Laok Dihantui Ancaman Longsor dan Dugaan Tambang Ilegal

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle En A
    • visibility 243
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Penolakan warga terhadap aktivitas galian C di Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terus menguat. Meski telah berlangsung sejak 2018, pengerukan tanah di lokasi tersebut justru semakin masif dan kini disebut telah menggunakan alat berat berupa excavator. Kedekatan lokasi tambang dengan permukiman menjadi persoalan paling krusial. Dengan jarak hanya […]

expand_less