Breaking News
light_mode

Tradisi Toron: Momen Mudik Unik Masyarakat Madura

  • account_circle JARAK.co
  • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
  • visibility 223
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Masyarakat Madura memiliki tradisi unik bernama Toron, yaitu kebiasaan pulang kampung secara massal menjelang bulan Ramadan atau setelah panen tembakau.

Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi momen penting untuk bersilaturahmi serta menghormati leluhur.

Toron berasal dari kata dalam bahasa Madura yang berarti “turun.” Tradisi ini mencerminkan eratnya hubungan perantau Madura dengan kampung halaman.

Biasanya, masyarakat Madura merantau ke berbagai daerah di Indonesia, terutama ke kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan Kalimantan.

Saat musim Toron tiba, mereka berbondong-bondong pulang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari bus, kapal laut, hingga kendaraan pribadi.

Bagi masyarakat Madura, pulang kampung bukan hanya sekadar melepas rindu dengan keluarga, tetapi juga bagian dari kewajiban sosial dan budaya.

Mereka datang untuk berziarah ke makam leluhur, mempererat hubungan keluarga, serta mengikuti berbagai ritual adat. Selain itu, momen ini juga sering dimanfaatkan untuk menggelar acara keluarga, seperti pernikahan atau selamatan.

Namun, tradisi Toron juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal lonjakan arus mudik dan kemacetan. Pemerintah daerah serta pihak kepolisian biasanya bersiap mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan memastikan perjalanan para pemudik berjalan lancar.

Meski zaman terus berkembang, tradisi Toron tetap bertahan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Madura. Bagi mereka, tidak ada yang lebih berharga daripada berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, meskipun harus menempuh perjalanan jauh.***

  • Penulis: JARAK.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FOTO: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah. (Ist/JARAK.co)

    Ketua Banggar DPR RI Usulkan Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG, Kurangi Beban Berat SPPG

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 237
    • 0Komentar

    JAKARTA, (JARAK.co) – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah, menilai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu ditata ulang agar lebih efektif. Menurutnya, beban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang harus menyiapkan hingga 3.000 porsi makanan setiap hari terlalu berat dan berisiko pada kualitas layanan. Sebagai solusi, Said mengusulkan agar dapur MBG […]

  • FOTO: Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo. (dok. Istimewa)

    Fakta Baru, Bupati Sumenep Gunakan Mobil Dinas Lama Selama Menjabat

    • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 252
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan bahwa selama dua periode menjabat, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo hanya menggunakan dua unit mobil dinas, bukan empat seperti yang belakangan menjadi perbincangan. Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sumenep, Suharjono, menyampaikan klarifikasi tersebut kepada sejumlah wartawan pada Sabtu, 12 April 2025. Ia menyatakan bahwa masyarakat perlu […]

  • KH Imam Hasyim saat tinjau progres pembangunan Puskesmas di Banbaru, Giliraja, Kec. Giligenting, Sumenep.

    Pemkab Sumenep Bangun Puskesmas Baru di Pulau Giliraja, Tingkatkan Layanan Kesehatan Kepulauan

    • calendar_month Ming, 20 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 269
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 membangun fasilitas Puskesmas baru di Desa Banbaru, Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting. Proyek ini menyerap anggaran sebesar Rp1.203.008.000 dan ditargetkan menjadi pusat layanan kesehatan utama di pulau tersebut. Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan pada […]

  • Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati. (Ist/JARAK.co)

    RSUD Moh. Anwar Sumenep Ditetapkan sebagai Kawasan Bebas Asap Rokok

    • calendar_month Rab, 16 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 276
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep resmi ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan menciptakan lingkungan yang bersih serta aman bagi pasien, pengunjung, dan seluruh tenaga medis. Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar […]

  • Potret pantai lombang, Sumenep. (Instagram @lombang bech)

    Pantai Lombang Sumenep: Keindahan Pasir Putih dan Cemara Udang di Madura

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 240
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pantai Lombang adalah salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Terletak sekitar 30 km dari pusat kota Sumenep, pantai ini menawarkan panorama alam yang eksotis dengan pasir putih lembut, air laut yang jernih, serta deretan pohon cemara udang yang unik. Daya Tarik Pantai Lombang 1. Pasir Putih Halus […]

  • Aktivitas alat berat di area galian C dekat permukiman warga di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. (Istimewa)

    Galian C Kian Mengkhawatirkan, Warga Sentol Laok Dihantui Ancaman Longsor dan Dugaan Tambang Ilegal

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle En A
    • visibility 67
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Penolakan warga terhadap aktivitas galian C di Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terus menguat. Meski telah berlangsung sejak 2018, pengerukan tanah di lokasi tersebut justru semakin masif dan kini disebut telah menggunakan alat berat berupa excavator. Kedekatan lokasi tambang dengan permukiman menjadi persoalan paling krusial. Dengan jarak hanya […]

expand_less