Breaking News
light_mode

Tradisi Toron: Momen Mudik Unik Masyarakat Madura

  • account_circle JARAK.co
  • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
  • visibility 165
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Masyarakat Madura memiliki tradisi unik bernama Toron, yaitu kebiasaan pulang kampung secara massal menjelang bulan Ramadan atau setelah panen tembakau.

Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi momen penting untuk bersilaturahmi serta menghormati leluhur.

Toron berasal dari kata dalam bahasa Madura yang berarti “turun.” Tradisi ini mencerminkan eratnya hubungan perantau Madura dengan kampung halaman.

Biasanya, masyarakat Madura merantau ke berbagai daerah di Indonesia, terutama ke kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan Kalimantan.

Saat musim Toron tiba, mereka berbondong-bondong pulang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari bus, kapal laut, hingga kendaraan pribadi.

Bagi masyarakat Madura, pulang kampung bukan hanya sekadar melepas rindu dengan keluarga, tetapi juga bagian dari kewajiban sosial dan budaya.

Mereka datang untuk berziarah ke makam leluhur, mempererat hubungan keluarga, serta mengikuti berbagai ritual adat. Selain itu, momen ini juga sering dimanfaatkan untuk menggelar acara keluarga, seperti pernikahan atau selamatan.

Namun, tradisi Toron juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal lonjakan arus mudik dan kemacetan. Pemerintah daerah serta pihak kepolisian biasanya bersiap mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan memastikan perjalanan para pemudik berjalan lancar.

Meski zaman terus berkembang, tradisi Toron tetap bertahan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Madura. Bagi mereka, tidak ada yang lebih berharga daripada berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, meskipun harus menempuh perjalanan jauh.***

  • Penulis: JARAK.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratih Ayu Sabariah, peserta pelatihan jurnalistik saat menerima sertifikat secara simbolis dari Wabup Sumenep, KH Imam Hasyim didamping ketua PWRI Sumenep.

    Pelatihan Jurnalistik PWRI Sumenep Antar Ratih Ayu Sabariah Raih Beasiswa di UNIBA Madura

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 181
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Ratih Ayu Sabariah, siswi kelas 12 SMA 1 Kalianget, mengaku sangat bahagia usai mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang digelar oleh Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep. Menurutnya, pelatihan ini tak hanya sekadar menambah wawasan, tetapi juga membuka jalan untuk meraih beasiswa penuh di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura. “Saya sangat senang bisa mengikuti […]

  • Bupati Achmad Fauzi Wongaojudo saat menyerahkan bantuan buku secara simbolis kepada DPC PWRI Sumenep sebagai dukungan penguatan literasi masyarakat.

    Bupati Fauzi Tegaskan Literasi Tanggung Jawab Bersama, Pers Diminta Aktif Menjangkau Desa

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle En A
    • visibility 93
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa penguatan literasi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen, termasuk insan pers dan pelaku media, sangat dibutuhkan agar gerakan literasi menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa. “Literasi di Kabupaten Sumenep ini seharusnya menjadi tugas bersama, terlebih insan pers dan […]

  • Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti. (Istimewa/Humas Polres Sumenep)

    Heboh Penemuan Jasad Bayi di Kos Kangean, Polisi Pastikan Bukan Mutilasi

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle En A
    • visibility 214
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Warga Dusun Wakaf, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, digegerkan oleh penemuan jasad bayi perempuan di sebuah rumah kos pada Senin (1/9/2025) malam. Peristiwa memilukan itu terungkap sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung ditangani oleh Polsek Kangean, jajaran Polres Sumenep. Bayi malang tersebut diketahui berinisial ALA, berusia 11 bulan. Ia ditemukan sudah tidak bernyawa […]

  • Doa bersama Polres Sumenep bersama Solidaritas Masyarakat Sumenep untuk almarhum Affan Kurniawan, driver ojek online asal Jakarta yang wafat beberapa waktu lalu. (Istimewa/Humas Polres Sumenep)

    Polres Sumenep Amankan Doa Bersama untuk Driver Ojol Affan Kurniawan

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle En Anam
    • visibility 215
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Jajaran Polres Sumenep mengawal jalannya doa bersama untuk almarhum Affan Kurniawan, driver ojek online asal Jakarta yang wafat beberapa waktu lalu. Kegiatan penuh khidmat ini digelar di depan Mapolres Sumenep pada Jumat (29/8/2025). Massa aksi yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Sumenep hadir dalam acara tersebut. Doa dan tahlil dipimpin langsung oleh koordinator […]

  • Screenshot pengumuman Seleksi Komisi Informasi Kab. Sumenep 2025-2029.

    Rekrutmen Anggota Komisi Informasi Sumenep Resmi Dibuka, Gratis dan Transparan

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 254
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Tim Seleksi resmi membuka rekrutmen terbuka calon anggota Komisi Informasi periode 2025–2029. Proses ini merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Ketua Tim Seleksi, Ferdiansyah Tetrajaya mengatakan bahwa rekrutmen ini bertujuan menjaring individu yang memiliki integritas, kapasitas, dan komitmen terhadap keterbukaan informasi. […]

  • Flayer Imbauan Kapolres Sumenep Waspada Campak. (Istimewa)

    Kapolres Sumenep Imbau Warga Waspada Campak, Tekankan Pentingnya Vaksinasi

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 210
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Kapolres Sumenep AKBP Rivanda mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak. Penyakit menular ini dianggap berbahaya karena cepat menyebar dan berpotensi memicu wabah bila tidak segera dicegah. Menurut Kapolres, masyarakat perlu mengenali gejala campak sejak dini agar bisa segera ditangani. Gejala umum yang sering muncul antara lain demam tinggi, batuk, pilek, […]

expand_less