Breaking News
light_mode

Galian C Kian Mengkhawatirkan, Warga Sentol Laok Dihantui Ancaman Longsor dan Dugaan Tambang Ilegal

  • account_circle En A
  • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
  • visibility 207
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Penolakan warga terhadap aktivitas galian C di Dusun Tenggina, Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terus menguat.

Meski telah berlangsung sejak 2018, pengerukan tanah di lokasi tersebut justru semakin masif dan kini disebut telah menggunakan alat berat berupa excavator.

Kedekatan lokasi tambang dengan permukiman menjadi persoalan paling krusial. Dengan jarak hanya sekitar 20 hingga 25 meter dari rumah warga, aktivitas pengerukan dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan lingkungan sekitar.

“Sudah beberapa kali kami memohon agar penggalian dihentikan, termasuk kepada kepala desa. Tapi sampai sekarang tetap berjalan. Sekarang malah sudah pakai excavator,” ungkap seorang warga kepada media, Senin 04 Mei 2026.

Bagi warga, persoalan ini bukan lagi sekadar ketidaknyamanan akibat debu dan kebisingan. Mereka kini dihantui ancaman kerusakan struktur tanah yang berpotensi berdampak langsung pada bangunan rumah.

“Setiap hari kami dihantui rasa takut. Jarak rumah dengan galian sangat dekat. Kalau tanahnya terus dikeruk, bukan tidak mungkin pondasi rumah retak atau ambles. Kalau sampai longsor, kami yang pertama kena,” tutur warga lainnya.

Indikasi dampak lingkungan juga mulai terlihat. Salah satu ruas jalan desa dilaporkan sempat ambrol dan hingga kini belum diperbaiki. Warga menduga kerusakan tersebut tidak lepas dari aktivitas galian yang terus berlangsung di sekitar area tersebut.

Trauma warga semakin bertambah setelah insiden tambang di wilayah Pragaan belum lama ini. Pada Jumat, 13 Februari 2026, sebuah mobil pikap dilaporkan terperosok ke jurang bekas galian di Dusun Kembang, Desa Rombasan. Peristiwa itu mempertegas lemahnya pengawasan terhadap aktivitas tambang di kawasan tersebut.

Di sisi lain, muncul dugaan bahwa aktivitas galian C di Sentol Laok belum mengantongi izin resmi. Meski demikian, kegiatan pengerukan tetap berjalan tanpa ada tanda-tanda penertiban.

“Mungkin karena kami orang kecil, tidak punya kuasa dan pengaruh, jadi permohonan kami seperti tidak pernah dianggap,” ujar warga lainnya.

Warga berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi ini. Mereka mendesak aparat desa hingga pemerintah kabupaten serta instansi terkait untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas, sebelum risiko yang lebih besar benar-benar terjadi.

Sementara itu, Kepala Desa Sentol Laok, Abriyono, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp pada Senin (4/5/2026) masih belum direspons.***

  • Penulis: En A
  • Editor: Agira Jie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketupat, lambang saling memaafkan setelah hari kemenangan (satu bulan puasa).

    Makna Filosofis Ketupat dalam Budaya Jawa, Lebih dari Sekadar Hidangan Lebaran

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 399
    • 0Komentar

    SUMENEP (JARAK.co) – Ketupat, makanan khas yang identik dengan perayaan Idul Fitri, ternyata memiliki makna filosofis yang dalam dalam budaya Jawa. Istilah “ketupat” dalam bahasa Jawa disebut sebagai “kupat”, yang merupakan kependekan dari “ngaku lepat”. Dalam bahasa Indonesia, frasa ini berarti “mengaku salah” atau “mengaku dosa”. Tradisi ini mencerminkan momen saling memaafkan di hari kemenangan […]

  • Menebar Berkah, Mencerahkan Generasi Ala PWRI Sumenep di Bulan Ramadan

    Menebar Berkah, Mencerahkan Generasi Ala PWRI Sumenep di Bulan Ramadan

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 360
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep kembali mengadakan kegiatan sosial dan edukatif bertajuk “Menebar Berkah, Mencerahkan Generasi” pada Sabtu, 15 Maret 2025. Acara ini menggabungkan dua agenda utama, yaitu pelatihan jurnalistik di Aula Jhâghâ Tembâ, Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, serta pembagian voucher takjil di Taman Tajamara […]

  • Ketupat, lambang saling memaafkan setelah hari kemenangan (satu bulan puasa).

    Ketupat, Budaya dan Kearifan Lokal

    • calendar_month Ming, 6 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 516
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK co) – Ketupat bukan sekadar hidangan lezat yang identik dengan perayaan Idulfitri. Lebih dari itu, ketupat adalah simbol budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang sarat makna filosofis dan historis. Ketupat, yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda (janur), memiliki sejarah panjang dalam tradisi Nusantara. Dalam budaya Jawa, ketupat […]

  • DPD KNPI Sumenep bersama Kapolres Sumenep AKBP Rivanda dalam agenda Kolaborasi untuk Stabilitas dan Peran Strategis Pemuda.

    Sinergi Pemuda dan Polisi: KNPI Sumenep Sambangi Markas Polres

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 469
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Sumenep melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Polres Sumenep pada Selasa (3/6/2025). Silaturrahmi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama kelembagaan dan mendorong sinergi lintas sektor. Kedatangan jajaran DPD KNPI disambut langsung oleh Kapolres Sumenep yang baru, AKBP Rivanda. Pertemuan berlangsung hangat […]

  • Kepala Dinas PMD Kabupaten Sumenep Anwar Syahroni Yusuf saat menjadi pembicara dalam dialog publik yang digelar Forum Lintas Tokoh Giliraja. Minggu (20 April 2025).

    Terang di Ujung Timur: Giliraja Siap Nikmati Listrik 12 Jam Mulai Mei

    • calendar_month Ming, 20 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 397
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Forum Lintas Tokoh (FLT) Giliraja menggelar diskusi publik bertajuk “Listrik Giliraja: Antara Terang dan Gelap”, Minggu 20 April 2025. Agenda ini menjadi ruang dialog terbuka antara warga, pemerintah daerah, dan PLN untuk mempercepat realisasi layanan listrik 12 jam di Pulau Giliraja. Diskusi selama dua jam ini menghadirkan empat narasumber yakni Wakil Bupati […]

  • Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menyampaikan arahan di hadapan para ASN di lingkungan Pemkab setempat.

    Usai Lebaran, ASN Sumenep Diingatkan Tak Lagi Sekadar Pengisi Absen

    • calendar_month Sel, 8 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 372
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong transformasi budaya kerja di lingkungan birokrasi melalui penekanan pada kolaborasi lintas sektor dan kepekaan sosial aparatur sipil negara (ASN). Hal ini ditegaskan oleh Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dalam arahannya kepada seluruh ASN di halaman kantor Bupati Sumenep pada Selasa 08 April 2025. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fauzi menyampaikan […]

expand_less