Sambut HPN 2026, PWRI Sumenep Gelar Mimbar Jurnalistik dan Hibahkan Puluhan Buku
- account_circle En A
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar

SIMBOLIS. Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono menyerahkan hibah buku dalam kegiatan Mimbar Jurnalistik. (Istimewa)
SUMENEP, (JARAK.co) – Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Dewan Pengurus Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar kegiatan Mimbar Jurnalistik bertema “Membangun Budaya Baca dan Nalar Kritis di Era Informasi”.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (10/2/2026) siang di Lembaga Pendidikan Islam Arroqy, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding. Agenda ini diisi dengan diskusi seputar literasi dan jurnalistik, sekaligus penyerahan hibah 50 eksemplar buku kepada pengelola Taman Baca Gerakan Literasi Arroqy.
Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, mengatakan mimbar jurnalistik menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran literasi di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemampuan membaca dan berpikir kritis menjadi bekal penting bagi masyarakat, terutama generasi muda.
“Melalui forum ini, kami ingin menumbuhkan budaya membaca sekaligus melatih nalar kritis agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang Kebudayaan dan Iptek, Ibnu Hajar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai penguatan literasi merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa budaya baca harus dibangun secara kolektif.
“Literasi yang kuat akan melahirkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pendidikan Islam Arroqy, Kiai Subaidi Mukhtar, menyambut positif pelaksanaan kegiatan mimbar jurnalistik di sekolahnya. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan semangat belajar sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa dan lembaga kami,” tuturnya.
Koordinator Literasi LPI Arroqy, Ridwan, menambahkan bahwa hibah buku yang diserahkan PWRI Sumenep menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem literasi di tingkat lokal. Ia berharap koleksi buku tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengelola taman baca dan masyarakat sekitar.
“Kami berharap buku-buku ini benar-benar digunakan dan menjadi pemicu tumbuhnya minat baca masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DPC PWRI Sumenep berharap semangat literasi, budaya membaca, dan kemampuan bernalar kritis dapat terus tumbuh dan berkembang, khususnya di wilayah pedesaan Kabupaten Sumenep.***
- Penulis: En A
- Editor: Agira Jie


Saat ini belum ada komentar