Breaking News
light_mode

Filosofi di Balik Papan Permainan: Hidup, Ular, dan Tangga

  • account_circle JARAK.co
  • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
  • visibility 375
  • comment 0 komentar

NASIONAL, (JARAK.co) – Dalam kesederhanaan permainan anak-anak, sering tersembunyi kebijaksanaan mendalam tentang kehidupan. Salah satu contohnya adalah permainan klasik ular tangga, yang ternyata menyimpan filosofi kuat tentang bagaimana manusia seharusnya menyikapi perjalanan hidup dengan semangat, ketabahan, dan keyakinan.

Ular tangga bukan sekadar permainan keberuntungan. Ia adalah cerminan kehidupan nyata. Setiap pemain memulai dari kotak pertama, bermimpi mencapai kotak terakhir di puncak.

Sepanjang jalan, ada tangga yang mengangkat secara tak terduga, dan ular yang menjatuhkan tiba-tiba. Ini seperti momen-momen kehidupan, ada keberhasilan yang mendadak, tapi juga kegagalan yang menyakitkan.

Namun, filosofi utamanya sederhana namun dalam, jatuh bukan berarti selesai.

Baca Juga: Makna Filosofis Ketupat dalam Budaya Jawa, Lebih dari Sekadar Hidangan Lebaran

Dalam permainan ular tangga, tak ada pemain yang langsung menyerah saat terperosok ke bawah. Mereka tertawa, menarik napas, dan melempar dadu lagi. Ini pelajaran yang penting selama kita masih mau melangkah, harapan selalu ada.

Menurut pengamat budaya populer dan psikolog perkembangan, Dr. Rahmat Yusran, filosofi ini dapat dijadikan pegangan bagi siapa pun yang sedang merasa terpuruk.

“Kehidupan itu tidak linier. Kadang kita merasa sudah di puncak, tiba-tiba jatuh. Tapi itu bukan akhir, itu bagian dari permainan. Yang penting bukan posisi kita sekarang, tapi kemauan untuk terus melanjutkan permainan hidup,” ujarnya. (06/5).

Permainan ini juga mengajarkan bahwa keberuntungan dan kesialan bisa datang bergantian, dan tidak selamanya ditentukan oleh usaha semata.

Baca Juga: Filosofi Durian: Pelajaran Hidup dari Raja Buah

Namun bukan berarti usaha tak penting. Justru, ketekunan dalam melempar ‘dadu kehidupan’ itulah yang mengajarkan daya juang dan penerimaan.

Di tengah dunia yang penuh tekanan dan ekspektasi, permainan ular tangga bisa menjadi pengingat sederhana yakni kadang kita naik, kadang kita jatuh, tapi yang terpenting adalah terus bergerak.

“Karena hidup bukan soal siapa yang paling cepat sampai garis akhir, tapi siapa yang paling tekun bertahan di tengah naik-turunnya perjalanan.” tutupnya.***

  • Penulis: JARAK.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surat Siaran Pers Partai NasDem. (Istimewa)

    NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Keanggotaan DPR RI

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle En A
    • visibility 442
    • 0Komentar

    JAKARTA, (JARAK.co) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi mengambil langkah tegas terhadap dua kadernya yang duduk di Senayan, yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. Keduanya dinonaktifkan dari statusnya sebagai anggota DPR RI. Keputusan itu disampaikan melalui siaran pers yang dirilis pada Minggu (31/8/2025). Dalam keterangan tersebut ditegaskan bahwa keputusan berlaku mulai Senin, 1 […]

  • FOTO: Tim World Cleanup Day (WCD) Sumenep bersama berbagai pihak melakukan aksi bersih sampah di Pantai Desa Dapenda, Kecamatan Kota Sumenep, Sabtu (20/9/2025).

    WCD Sumenep Ajak Masyarakat Sadar Sampah Lewat Aksi Bersih Pantai

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Agira Jie
    • visibility 373
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan dalam peringatan World Cleanup Day (WCD) 2025. Tim WCD Sumenep bersama berbagai pihak melakukan aksi bersih sampah di Pantai Desa Dapenda, Kecamatan Kota Sumenep, Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan WCD yang telah dimulai sejak 17 September melalui sosialisasi tentang Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). […]

  • Ketua PD AMPG DPD Partai Golkar Sumenep, Ach Firdaus Asyik

    Golkar dan Amanah yang Belum Tuntas: Suara Pemuda dari Ujung Timur Madura

    • calendar_month Sab, 5 Sep 2026
    • account_circle Ach Firdaus Asyik
    • visibility 164
    • 0Komentar

    OPINI, (JARAK.co) – Sebuah bangsa tidak dibangun hanya oleh mereka yang hidup pada hari ini. Setiap generasi menerima warisan dari generasi sebelumnya, lalu memiliki kewajiban untuk menjaganya, memperbaikinya, dan meneruskannya kepada generasi berikutnya. Begitu pula dengan politik. Partai politik bukan sekadar lambang, struktur organisasi, atau kendaraan menuju kekuasaan. Di dalamnya ada gagasan, sejarah, kader, tanggung […]

  • Kegiatan kerja bakti di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep. Kamis (27 Agustus 2026).

    JMSI dan DLH Sumenep Kolaborasi Jaga Kebersihan Wisata Pantai Matahari

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
    • account_circle En
    • visibility 83
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Kepedulian terhadap kebersihan destinasi wisata terus didorong di Kabupaten Sumenep. Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumenep bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep menggelar aksi bersih-bersih di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Desa Lobuk, pengelola wisata serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Selain membersihkan kawasan, […]

  • Potret pantai lombang, Sumenep. (Instagram @lombang bech)

    Pantai Lombang Sumenep: Keindahan Pasir Putih dan Cemara Udang di Madura

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 409
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pantai Lombang adalah salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Terletak sekitar 30 km dari pusat kota Sumenep, pantai ini menawarkan panorama alam yang eksotis dengan pasir putih lembut, air laut yang jernih, serta deretan pohon cemara udang yang unik. Daya Tarik Pantai Lombang 1. Pasir Putih Halus […]

  • FGD “NgomBe” PWRI Sumenep di Tanean Cafe. (Dok. Jarak.co)

    FGD “NgomBe” PWRI Sumenep Rumuskan Rekomendasi bagi Keberlanjutan Program MBG

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle En A
    • visibility 125
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “NgomBe (Ngobrol MBG): Program Berdampak, Lanjut atau Tidak?” di Tanean Cafe, Kamis (9/7/2026). Forum yang menghadirkan unsur pemerintah, legislatif, tenaga kesehatan, akademisi, dan insan pers ini menjadi wadah untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) […]

expand_less