Ketua JMSI Jatim Ungkap Ciri-Ciri Media Pers yang Baik
- account_circle En
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jatim, Syaiful Anam, memberikan sambutan pada HUT ke-10 kilasjatim.com di Gedung PWI Jatim. (Istimewa)
SURABAYA, (JARAK.co) – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jawa Timur, Syaiful Anam, mengungkap sejumlah indikator yang dapat menjadi tolok ukur sebuah media pers disebut baik. Menurutnya, penilaian tersebut tidak hanya dilihat dari produk jurnalistik, tetapi juga dari tata kelola perusahaan pers.
Hal itu disampaikan Syaiful Anam saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 media Kilasjatim.com yang digelar di Gedung PWI Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).
“Kalau dua unsur itu baik, maka media pers disebut kategori baik. Ada beberapa ciri-ciri kedua unsur itu disebut baik,” kata Syaiful Anam.
Ia menjelaskan, dari sisi perusahaan, media pers yang baik harus mampu memberikan manfaat kepada orang lain, terutama melalui penyediaan lapangan pekerjaan serta pemberian kesejahteraan kepada karyawan dan wartawan.
Menurutnya, bentuk kesejahteraan tersebut dapat disesuaikan dengan kesepakatan antara perusahaan dan pekerja. Salah satunya melalui sistem bonus atau bagi hasil dari pendapatan iklan maupun advertorial.
Untuk mendukung tata kelola yang sehat, perusahaan pers juga perlu memiliki sejumlah perangkat organisasi dan administrasi yang jelas. Di antaranya peraturan perusahaan, alamat kantor, serta struktur organisasi yang menunjukkan pembagian tugas dan tanggung jawab.
“Untuk perusahaan pers, struktur organisasi pimpinan dilakukan oleh profesional, yakni wartawan dengan kompetensi utama, yang biasanya wartawan senior berpengalaman. Kalau portofolio ditandai dengan sertifikat UKW utama,” jelasnya.
Sementara dari sisi jurnalistik, Syaiful menekankan pentingnya kualitas dan integritas pemberitaan. Produk jurnalistik harus dibuat berdasarkan kaidah jurnalistik serta mengedepankan akurasi dan keberimbangan.
“Beritanya akurat, berimbang, tidak bohong, fitnah, sadis, dan cabul,” tegasnya.
Selain kualitas isi berita, ia juga menyoroti pentingnya konsistensi produksi. Media yang baik, kata dia, idealnya melakukan pembaruan berita secara rutin dengan mengutamakan hasil liputan wartawannya sendiri.
Ia mengingatkan agar media tidak menjadikan rilis sebagai satu-satunya sumber pemberitaan, terlebih melakukan copy paste tanpa proses jurnalistik.
Syaiful menilai sejumlah indikator tersebut telah diterapkan oleh Kilasjatim.com. Karena itu, ia menyebut media tersebut telah memenuhi karakteristik sebagai perusahaan media pers yang baik.
“Semua ciri-ciri di atas sudah ada, sudah dilakukan oleh media Kilasjatim.com. Karena itu media Kilasjatim.com termasuk media dengan kategori baik,” ujarnya.
Sekretaris PWI Jawa Timur itu juga memberikan catatan penting terkait status verifikasi media. Menurutnya, media yang belum terverifikasi Dewan Pers tidak serta-merta dapat disebut sebagai media yang tidak baik.
“Media yang baik belum tentu terverifikasi Dewan Pers karena mungkin oleh pimpinannya tidak didaftarkan ke Dewan Pers atau sebab lain,” katanya.
Sebaliknya, media yang telah melewati proses verifikasi Dewan Pers dinilai telah memenuhi persyaratan sesuai standar yang ditetapkan lembaga tersebut.
“Media yang terverifikasi Dewan Pers telah memenuhi syarat sebagai media yang baik menurut kriteria Dewan Pers,” imbuhnya.
Ia pun mendorong perusahaan pers yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan medianya dalam proses verifikasi Dewan Pers sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap pers.
Di penghujung sambutannya, Syaiful Anam menyampaikan ucapan selamat atas satu dekade perjalanan Kilasjatim.com. Ia berharap media tersebut terus menjaga kualitas jurnalistik dan eksis memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Selamat dan sukses HUT ke-10 media Kilasjatim.com. Semoga tetap eksis menjadi media pers dengan kategori baik dan semakin baik ke depannya,” pungkasnya. ***
- Penulis: En
- Editor: Nel


Saat ini belum ada komentar