Breaking News
light_mode

Puluhan Kreator Siap Unjuk Busana di MEC 2026 Bertema Keraton Sumenep

  • account_circle En
  • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
  • visibility 147
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 semakin dekat. Setelah masa pendaftaran resmi ditutup pada Kamis (10/9/2026) malam, puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia kini bersiap membawa karya dan kreasi busana terbaik mereka ke Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Penutupan pendaftaran menjadi penanda dimulainya tahapan persiapan akhir menuju gelaran MEC 2026. Panitia saat ini tengah mematangkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk pelaksanaan technical meeting yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) sore.

MEC 2026 sendiri akan digelar pada Sabtu, 19 September 2026, dengan rute di sepanjang Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep. Sementara panggung utama berada di kawasan depan Labang Mesem Keraton Sumenep.

Tahun ini, MEC mengusung tema “Keraton Sumenep”. Tema tersebut menjadi pijakan bagi peserta dalam menerjemahkan sejarah dan kekayaan budaya Sumenep ke dalam karya busana yang akan ditampilkan di atas catwalk.

Peserta ditantang tidak sekadar menghadirkan busana yang menarik secara visual, tetapi juga mampu mengeksplorasi nilai sejarah, seni, dan budaya yang melekat pada Keraton Sumenep.

Ketua Pelaksana MEC 2026, Syamsuri, mengatakan peserta kompetisi tahun ini tetap terbagi dalam dua kategori, yakni umum dan pelajar.

“Peserta kompetisi terbagi dalam kategori umum dan pelajar. Selain itu, ada peserta grand show yang berada di luar kategori kompetisi,” kata Syamsuri, Jumat (11/9/2026).

Untuk kategori umum, panitia menyediakan hadiah Rp10 juta bagi juara pertama, Rp7 juta untuk juara kedua, dan Rp4 juta untuk juara ketiga.

Sementara juara harapan satu, dua, dan tiga masing-masing memperoleh hadiah Rp2 juta. Para pemenang kategori umum juga akan mendapatkan trofi dan piagam penghargaan.

Adapun kategori pelajar menyediakan hadiah Rp3 juta untuk juara pertama, Rp2 juta untuk juara kedua, dan Rp1 juta bagi juara ketiga. Sedangkan juara harapan satu, dua, dan tiga masing-masing mendapatkan Rp500 ribu, disertai trofi dan piagam.

Syamsuri memastikan persiapan terus dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.

“Persiapan terus kami matangkan. Kami ingin MEC tahun ini tidak hanya meriah, tetapi juga memberi ruang maksimal bagi peserta untuk menampilkan karya dan kreativitasnya,” ujarnya.

MEC 2026 diharapkan menjadi ruang bagi para kreator untuk menerjemahkan kekayaan budaya lokal ke dalam karya fesyen sekaligus memperkenalkan identitas budaya Sumenep kepada masyarakat yang lebih luas.

Madura Ethnic Carnival merupakan agenda tahunan yang diinisiasi Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep.***

  • Penulis: En
  • Editor: Nel

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret KMP Dharma Bahari Sumekar III pada mudik gratis Pemkab Sumenep. (Istimewa)

    Mudik Gratis 2025 Pemkab Sumenep Alami Lonjakan Penumpang

    • calendar_month Rab, 26 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 413
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK co) – Program Mudik Gratis 2025 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, rute Kalianget-Sapeken mengalami lonjakan jumlah penumpang dan barang. Program tahunan yang digelar bersama PT Sumekar Line ini resmi berakhir pada Selasa, 25 Maret 2025, dan berjalan sukses meski sempat mengalami penundaan akibat membludaknya jumlah penumpang serta barang. Pelayaran terakhir mudik gratis […]

  • Ketupat, lambang saling memaafkan setelah hari kemenangan (satu bulan puasa).

    Ketupat, Budaya dan Kearifan Lokal

    • calendar_month Ming, 6 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 589
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK co) – Ketupat bukan sekadar hidangan lezat yang identik dengan perayaan Idulfitri. Lebih dari itu, ketupat adalah simbol budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang sarat makna filosofis dan historis. Ketupat, yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda (janur), memiliki sejarah panjang dalam tradisi Nusantara. Dalam budaya Jawa, ketupat […]

  • Potret Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo di Festival Srikaya di depan kantor Pemkab setempat.

    Pemkab Sumenep Dukung Petani Srikaya dengan Bantuan Pupuk dan Akses Pasar

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 529
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani srikaya melalui berbagai program bantuan pertanian dan pengembangan sentra produksi. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan perhatian khusus terhadap petani srikaya saat meninjau lokasi Festival Srikaya, yang menjadi bagian dari Kalender Event 2025. “Ini tanaman musiman. Para petani meminta bantuan pupuk gratis, dan nanti […]

  • Flayer gelaran Haflatul Imtihan Ke-71 Sabilul Huda, Gadu Barat, Ganding, Sumenep.

    Haflatul Imtihan Ke-71 Sabilul Huda Siap Digelar Meriah, Hadirkan Lomba, Karnaval Budaya hingga Malam Puncak

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle En A
    • visibility 357
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Yayasan Sabilul Huda, Gadu Barat, Ganding, Sumenep, akan menggelar rangkaian kegiatan Haflatul Imtihan Ke-71 Sabilul Huda pada Juni hingga Juli 2026. Agenda tahunan ini dipastikan berlangsung semarak dengan berbagai acara religi, pendidikan, seni, dan budaya yang terbuka untuk masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar pesantren […]

  • Kapolres Sumenep AKBP Rivanda bersama jajaran sowan ke Ponpes Al Amien, Prenduan, Sumenep. (Istimewa)

    Bangun Sinergi dengan Ulama, Kapolres Sumenep Sowan ke Ponpes Al-Amien Prenduan

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 458
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kecamatan Pragaan, Selasa siang 29 April 2025, kemarin. Kunjungan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para ulama sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan kalangan pesantren. Dalam kunjungan yang berlangsung dalam suasana hangat dan santai tersebut, Kapolres didampingi oleh sejumlah Pejabat […]

  • Kuasa Hukum Pemenang Lelang Sengketa Tanah di Sumenep, H. Andika Meigista Cahya Hendra Kusuma (berkacamata), saat press conference pembacaan putusan inkracht oleh PN Sumenep, Rabu 10 Juni 2026. (Ist)

    Putusan Inkracht Harus Dihormati, Kuasa Hukum Pemenang Lelang Tegaskan Eksekusi Tak Bisa Dihambat Tekanan

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle En A
    • visibility 242
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pelaksanaan eksekusi objek sengketa oleh Pengadilan Negeri Sumenep kembali menegaskan prinsip dasar negara hukum, yakni setiap putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) wajib dilaksanakan dan dihormati oleh seluruh pihak. Kuasa hukum pemenang lelang, H. Andika Meigista Cahya Hendra Kusuma, menyampaikan apresiasi kepada Pengadilan Negeri Sumenep yang dinilainya tetap […]

expand_less