Jaga Ekosistem Pesisir, Kades Lobuk Dorong Perawatan Mangrove Berkelanjutan
- account_circle En
- calendar_month Jum, 28 Agu 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar

Kepala Desa Lobuk, Moh Saleh saat sambutan di acara seremonial kegiatan tanam Mangrove di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
SUMENEP, (JARAK.co) – Penanaman mangrove di kawasan Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah Desa Lobuk mendorong agar bibit yang telah ditanam dirawat dan diawasi secara berkelanjutan untuk memastikan manfaatnya bagi ekosistem pesisir.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Lobuk, Moh Saleh saat sambutan dalam kegiatan “JMSI Peduli Lingkungan: Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep” yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep, Jumat (28/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.500 bibit Mangrove ditanam bersama oleh JMSI dan sejumlah pihak sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
Selain itu, Moh Saleh juga mengapresiasi JMSI Kabupaten Sumenep yang memilih kawasan Spot Pancing Pantai Matahari sebagai lokasi kegiatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara media, pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak dalam menjaga kawasan pesisir.
“Terima kasih kepada teman-teman JMSI yang telah mempercayakan kegiatan ini di tempat wisata kami. Mudah-mudahan kerja sama ini terus terjalin,” ujar Moh Saleh.
Ia menilai keberadaan mangrove memiliki arti penting bagi kawasan pesisir Lobuk. Vegetasi tersebut tidak hanya membantu menahan ancaman abrasi, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut, termasuk ikan kecil, udang, dan kepiting.
Karena itu, ia menekankan pentingnya tindak lanjut setelah penanaman dilakukan. Bibit mangrove yang telah ditanam perlu mendapatkan perawatan dan pengawasan secara rutin agar dapat tumbuh dengan baik.
“Harapan kami tidak berhenti pada penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan,” tegasnya.
Di sisi lain, Moh Saleh berharap keberadaan kawasan mangrove dapat berjalan beriringan dengan pengembangan wisata Pantai Matahari. Destinasi wisata yang mulai dikembangkan sejak 2022 tersebut, kata dia, hingga kini masih terus melakukan pembenahan.
Ia berharap perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, terutama dalam pengembangan sektor pariwisata, dapat semakin ditingkatkan. Dengan pengelolaan yang baik, Pantai Matahari diyakini memiliki peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Semakin berkembang, kami berharap kunjungan wisatawan meningkat dan UMKM masyarakat sekitar juga ikut tumbuh,” katanya.
Untuk menjaga keberlanjutan kawasan pesisir, Pemerintah Desa Lobuk juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurut Moh Saleh, upaya pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya pemerintah desa.
“Kami berharap kerja sama ini berlanjut pada pengawasan dan pemeliharaan mangrove. Dimulai dari langkah kecil, insyaallah manfaatnya akan besar ke depan,” pungkasnya.
Kegiatan penanaman 1.500 bibit mangrove tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Sumenep, DPRD Sumenep, Said Abdullah Institute, Pakoe Original, BPRS Bhakti Sumekar, SKK Migas Jabanusa, HCML, Medco Energi, KEI, Pemerintah Desa Lobuk, pengelola Pantai Matahari Lobuk, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, RSUD Moh. Anwar Sumenep, DRT The Big Family, Djava, PR Bahagia, dan Haswal Group.***
- Penulis: En
- Editor: Nel


Saat ini belum ada komentar