JMSI dan DLH Sumenep Kolaborasi Jaga Kebersihan Wisata Pantai Matahari
- account_circle En
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar

Kegiatan kerja bakti di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep. Kamis (27 Agustus 2026).
SUMENEP, (JARAK.co) – Kepedulian terhadap kebersihan destinasi wisata terus didorong di Kabupaten Sumenep. Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumenep bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep menggelar aksi bersih-bersih di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Desa Lobuk, pengelola wisata serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Selain membersihkan kawasan, aksi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa keberlangsungan destinasi wisata membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Ketua JMSI Sumenep Supanji mengatakan, kebersihan kawasan wisata tidak cukup dijaga melalui kegiatan sesaat. Menurutnya, diperlukan kolaborasi dan kepedulian yang dilakukan secara konsisten.
“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Supanji.
Ia berharap aksi tersebut dapat menjadi pemantik bagi masyarakat, pengelola wisata dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari pengelolaan destinasi wisata.
Dalam kesempatan itu, JMSI juga mendorong dukungan DLH Sumenep, khususnya dalam penyediaan armada pengangkut sampah, sarana kebersihan serta petugas pendamping.
Dukungan tersebut dinilai penting agar sampah yang telah dikumpulkan dalam kegiatan bersih-bersih dapat segera ditangani dan tidak kembali menumpuk di sekitar kawasan wisata.
“Kami berharap ini tidak berhenti pada satu aksi. Kepedulian terhadap kebersihan harus menjadi gerakan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf menyambut baik inisiatif JMSI dan Pemerintah Desa Lobuk dalam menjaga kebersihan Pantai Matahari.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya berdampak terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga berpengaruh pada kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
“Insya Allah kegiatan positif seperti ini akan kami dukung,” ujar Anwar.
Ia memastikan DLH Sumenep siap memberikan dukungan melalui petugas maupun armada yang diperlukan untuk membantu penanganan sampah di kawasan tersebut.
Kolaborasi antara JMSI, DLH, pemerintah desa, pengelola wisata dan Pokdarwis diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun pola pengelolaan lingkungan wisata yang lebih berkelanjutan.
Terlebih, Pantai Matahari Desa Lobuk memiliki potensi wisata yang perlu dijaga bersama agar tetap bersih, nyaman dan menarik bagi pengunjung.
Aksi bersih-bersih tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan penanaman mangrove yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (28/8/2026).
Kegiatan penanaman mangrove itu diharapkan semakin memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di kawasan pesisir Sumenep.***
- Penulis: En
- Editor: Nel


Saat ini belum ada komentar