Breaking News
light_mode

Begini Gagasan Transformasi PMII Jatim ala Maksudi

  • account_circle JARAK.co
  • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
  • visibility 172
  • comment 0 komentar

 

SUMENEP, (JARAK.co) – Calon Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, Maksudi, menawarkan gagasan baru untuk arah gerakan PMII: Equilibrium Sosial-Inklusif.

Gagasan ini lahir dari keprihatinannya terhadap menguatnya polarisasi sosial, rendahnya literasi digital, serta lemahnya integrasi antara keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan di tubuh PMII.

Konsep tersebut menggabungkan teori ekonomi Walras dan Marshall, serta teori sosiologi Talcott Parsons, dalam sebuah kerangka kerja konseptual yang menyinergikan nilai-nilai agama, kebangsaan, pengetahuan, dan keberlanjutan.

PMII sebagai Penyeimbang

“PMII Jatim harus tampil sebagai penyeimbang. Di sinilah equilibrium berperan. Organisasi Aswaja bukan hanya kuat secara ideologis, tetapi juga tangguh dalam merespons tantangan digital, lingkungan, hingga ekonomi kader,” ujar Maksudi, Kamis (29/5).

Konsep Equilibrium Sosial-Inklusif dijabarkan ke dalam lima misi besar:

1. Kaderisasi holistik berbasis potensi zaman,

2. Perluasan partisipasi kader di sektor strategis,

3. Optimalisasi peran ulama dan umara dalam moderasi beragama,

4. Advokasi publik berbasis data dan media kreatif, serta

5. Kemandirian organisasi melalui inkubasi wirausaha sosial dan pembentukan BUMKC.

Maksudi menegaskan bahwa PMII tidak boleh hanya bersifat reaktif, melainkan harus menjadi aktor intelektual, aktivis, sekaligus inovator sosial.

Menjawab Tantangan Lokal dengan Nalar Global

Ia ingin menjadikan PMII Jatim sebagai think tank mahasiswa Islam progresif, baik hari ini maupun di masa depan. Salah satu langkah strategisnya adalah pendirian Sekolah Vokasi PMII Jatim yang mengintegrasikan keislaman dengan literasi digital, keterampilan teknis, dan kepemimpinan komunitas.

“Kalau kita ingin PMII menjadi center of gravity, kita tak bisa lagi mengandalkan aktivisme konvensional. Kita harus bisa mendialogkan tradisi dengan teknologi, dan nilai spiritual dengan data saintifik,” tuturnya.

Toleransi dan Advokasi Lingkungan

PMII Jatim juga didorong untuk menjadi motor penggerak kohesi sosial, salah satunya melalui pembentukan Forum Lintas Iman sebagai wadah dialog antaragama di tingkat akar rumput.

“PMII harus hadir sebagai perekat bangsa, bukan sekadar penggerak opini sesaat. Kita perlu menyulam kebhinekaan lewat program-program konkret yang menyentuh langsung masyarakat,” tegas Maksudi.

Di bidang lingkungan, ia menekankan pentingnya respons strategis terhadap krisis ekologi melalui advokasi berbasis data.

Kemandirian Ekonomi

Untuk menjawab tantangan pendanaan, Maksudi mencanangkan pembentukan BUMKC (Badan Usaha Milik Koordinator Cabang) yang berbasis pada prinsip keberlanjutan: keuntungan ekonomi, dampak sosial, dan kepedulian lingkungan.

Ia juga berencana membentuk Inkubator Wirausaha Sosial PMII Jatim serta pendanaan kolektif berbasis crowdfunding dari kader dan alumni.

“Inilah saatnya kita membangun ekonomi kader. Tak cukup hanya bicara kritik sosial, kita harus menciptakan solusi ekonomi yang membebaskan,” ujarnya.

Menuju Gerakan Transformatif

Sebagai kerangka paradigmatik, Maksudi ingin menempatkan PMII Jatim bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, melainkan sebagai aktor perubahan sosial berbasis nilai-nilai Islam yang moderat, dinamis, adaptif, dan kolaboratif.

“Equilibrium bukan berarti stagnasi. Ia adalah keseimbangan dinamis yang terus menyesuaikan diri dengan tantangan zaman. Di sinilah PMII Jatim bisa menjadi laboratorium peradaban,” pungkasnya.***

  • Penulis: JARAK.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pemadaman listrik

    Warga Dungkek Geram, Listrik Sering Padam Tanpa Pemberitahuan

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 162
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Warga Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, kembali dibuat resah akibat pemadaman listrik yang terjadi tanpa pemberitahuan resmi dari PLN. Dalam dua hari terakhir, listrik sering mati mendadak, membuat masyarakat, terutama para pelaku usaha, mengalami kerugian. Sekretaris PAC Ansor Dungkek, Matzeri Irawan, menilai PLN kurang siap dalam menangani permasalahan ini. Ia menegaskan bahwa pemadaman […]

  • Tiga warga Tapakerbau Desa Gersik Putih, Gapura, Sumenep, saat memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim untuk memberikan keterangan terkait laut yang ber-SHM, didampingi penasihat hukum Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (Gema Aksi), Marlaf Sucipto.

    Penyidikan SHM Laut di Sumenep, Polda Jatim Minta Keterangan Warga

    • calendar_month Sab, 12 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 126
    • 0Komentar

    SURABAYA, (JARAK.co) – Tim Penyidik Kasubdit II/Tipid Harda Bangtah, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim kini dalam tahap mengumpulkan bukti-bukti dan mencari tersangka melalui serangkaian penyidikan kasus penerbitan Sertipikat Hak Milik (SHM) di kawasan Pantai Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Gapura, Sumenep. Polda Jatim sebelumnya memeriksa mantan kepala desa, kepala desa, mantan aparat desa Pemerintah […]

  • FOTO: Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur bersama Forum Kader Bela Negara (FKBN) dan Komunitas Jurnalis Lamongan (KJL), saat menggelar seminar “Komunikasi dan Edukasi Jurnalistik”, Minggu (5/10/2025), di LA Restaurant LSC Lamongan.

    Kades dan Kasek Curhat ke JMSI Jatim, Kerap Kedatangan Wartawan Bodrek

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Agira Jie
    • visibility 122
    • 0Komentar

    LAMONGAN, (JARAK.co) – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jatim bersama Forum kader Bela Negara (FKBN) dan Komunitas Jurnalis Lamongan (KJL) menggelar seminar “Komunikasi dan Edukasi Jurnalistik” yang diikuti ratusan kepala sekolah (Kasek), guru, staf sekolah, kepala desa (Kades) dan perangkat desa se Kabupaten Lamongan. Kegiatan bertempat di LA Restaurant LSC Lamongan, Minggu (5/10/2025) berlangsung […]

  • Barang bukti yang diamankan Polres Sumenep. (Istimewa)

    Polres Sumenep Ungkap Kasus Penyimpanan Bahan Peledak Tanpa Izin

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle En A
    • visibility 147
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumenep kembali menorehkan prestasi dengan mengungkap kasus kepemilikan bahan peledak tanpa izin di wilayah hukumnya. Kasus ini terungkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/33/X/2025/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JATIM, tertanggal 23 Oktober 2025. Penggerebekan dilakukan pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 01.30 WIB di rumah milik tersangka berinisial M (48), warga Dusun […]

  • Barang bukti yang diamankan. (Istimewa/Humas Polres Sumenep)

    Polsek Pasongsongan Tangkap Pencuri di Dusun Morasen, Barang Bukti Diamankan

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle En A
    • visibility 128
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Polsek Pasongsongan berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi di Dusun Morasen, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Selasa (16/9/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Pelapor berinisial S (44), seorang ibu rumah tangga, melaporkan kehilangan sejumlah barang berharga. Menindaklanjuti laporan itu, Unit Reskrim Polsek Pasongsongan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi berhasil mengamankan […]

  • Masyarat Madura saat Toron (pulang kampung) melewati jembatan Suramadu. (Istimewa)

    Tradisi Toron: Momen Mudik Unik Masyarakat Madura

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 117
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Masyarakat Madura memiliki tradisi unik bernama Toron, yaitu kebiasaan pulang kampung secara massal menjelang bulan Ramadan atau setelah panen tembakau. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi momen penting untuk bersilaturahmi serta menghormati leluhur. Toron berasal dari kata dalam bahasa Madura yang berarti “turun.” Tradisi ini mencerminkan eratnya hubungan perantau Madura dengan […]

expand_less