Breaking News
light_mode

Dies Natalis ke-79 HMI, MD KAHMI Sumenep Ajak Kader Turun Tangan Jawab Tantangan Pembangunan Daerah

  • account_circle En A
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Peringatan Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi ruang refleksi atas peran historis sekaligus tanggung jawab moral HMI sebagai organisasi kader tertua di Indonesia dalam menjawab tantangan kebangsaan dan pembangunan daerah.

Koordinator Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Kabupaten Sumenep, Akis Jasuli menegaskan pentingnya keterlibatan aktif kader dan alumni HMI dalam proses pembangunan, khususnya di daerah.

Menurutnya, hampir delapan dekade HMI telah membuktikan konsistensinya dalam melahirkan intelektual muslim yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.

“Selamat Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam ke-79. Semoga HMI terus menjadi sumber harapan dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Akis.

Ia menilai, tantangan yang dihadapi bangsa dan daerah ke depan semakin kompleks. Persoalan kemiskinan, ketimpangan pembangunan, hingga krisis kepemimpinan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan publik masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Dalam konteks tersebut, HMI dan KAHMI memiliki posisi strategis sebagai ruang kaderisasi nilai, etika, dan keberpihakan kepada rakyat.

Sebagai Koordinator MD KAHMI Kabupaten Sumenep sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sumenep, Akis menekankan bahwa daerah ini tidak kekurangan sumber daya manusia yang cerdas. Namun, Sumenep masih membutuhkan lebih banyak figur yang memiliki keberanian moral untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Sumenep tidak kekurangan orang pintar, tetapi membutuhkan kader yang mau turun tangan, mendengar keluhan rakyat, dan menghadirkan solusi nyata. Kader dan alumni HMI harus berada di garda terdepan sebagai agen perubahan,” tegasnya.

Menurut Akis, kontribusi kader dan alumni HMI tidak boleh berhenti pada ruang diskusi dan wacana. Potensi besar yang dimiliki HMI harus diwujudkan dalam bentuk gerakan sosial, pemberdayaan masyarakat, penguatan sektor pendidikan, hingga keterlibatan aktif dalam pembangunan ekonomi lokal dan tata kelola pemerintahan yang berkeadilan.

Lebih jauh, ia menilai sinergi antara HMI sebagai organisasi kader mahasiswa dan KAHMI sebagai wadah alumni perlu terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diyakini mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis yang relevan dengan kebutuhan daerah, terutama Kabupaten Sumenep yang memiliki karakter kepulauan dengan tantangan pembangunan yang tidak sederhana.

Akis berharap Dies Natalis ke-79 HMI menjadi titik tolak konsolidasi internal sekaligus ruang evaluasi bagi kader dan alumni untuk meneguhkan kembali komitmen keislaman dan keindonesiaan. Nilai-nilai dasar perjuangan HMI, kata dia, harus tetap menjadi landasan dalam setiap peran dan pengabdian.

“Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa HMI lahir bukan hanya untuk mencetak intelektual, tetapi juga pemimpin yang berpihak pada kepentingan umat dan bangsa,” pungkasnya.***

  • Penulis: En A
  • Editor: Agira Jie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret Polsek Dungkek, Polres Sumenep cek pekarangan warga sebagai bentuk dukungan ketahanan pangan nasional.

    Polsek Dungkek Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 121
    • 0Komentar

    SUMENEP (JARAK.co) – Polsek Dungkek, Polres Sumenep, mendukung program ketahanan pangan nasional dengan melakukan pengecekan rutin terhadap pekarangan warga. Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolsek Dungkek, AKP Siswantoro, sebagai tindak lanjut arahan Ketua Satgas Ketahanan Pangan, Kombes Pol Ari Wibowo. Pengecekan dilakukan di rumah Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) “Srikandi”, Ibu Kitmaniyah, di Dusun Pabengkon, Desa […]

  • Sholawat Akbar PT Arinna Makmur Sentosa bersama Majelis Az-Zahir Pekalongan di Lapangan Duwak Labuh, Dusun Daleman, Kecamatan Ganding.

    Ribuan Masyarakat Sumenep Hadiri Sholawat Akbar PT Arinna di Ganding

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 112
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Sumenep tumpah ruah menghadiri Sholawat Akbar bersama Majelis Az-Zahir Pekalongan di Lapangan Duwak Labuh, Dusun Daleman, Kecamatan Ganding, Selasa malam (16/9/2025). Acara yang digelar oleh PT Arinna Makmur Sentosa ini berlangsung khidmat sekaligus meriah, dipenuhi lantunan sholawat yang dipimpin langsung oleh Habib Ali Zainal Abidin bin […]

  • Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti. (Istimewa/Humas Polres Sumenep)

    Heboh Penemuan Jasad Bayi di Kos Kangean, Polisi Pastikan Bukan Mutilasi

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle En A
    • visibility 140
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Warga Dusun Wakaf, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, digegerkan oleh penemuan jasad bayi perempuan di sebuah rumah kos pada Senin (1/9/2025) malam. Peristiwa memilukan itu terungkap sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung ditangani oleh Polsek Kangean, jajaran Polres Sumenep. Bayi malang tersebut diketahui berinisial ALA, berusia 11 bulan. Ia ditemukan sudah tidak bernyawa […]

  • Masyarat Madura saat Toron (pulang kampung) melewati jembatan Suramadu. (Istimewa)

    Tradisi Toron: Momen Mudik Unik Masyarakat Madura

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 90
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Masyarakat Madura memiliki tradisi unik bernama Toron, yaitu kebiasaan pulang kampung secara massal menjelang bulan Ramadan atau setelah panen tembakau. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi momen penting untuk bersilaturahmi serta menghormati leluhur. Toron berasal dari kata dalam bahasa Madura yang berarti “turun.” Tradisi ini mencerminkan eratnya hubungan perantau Madura dengan […]

  • FOTO: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah. (Ist/JARAK.co)

    Ketua Banggar DPR RI Sebut Tunjangan Perumahan Lebih Efisien daripada Rehab RJA Ratusan Miliar

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Jaja Ahmad Sandinata
    • visibility 109
    • 0Komentar

    JAKARTA, (JARAK.co) – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah, menilai pemberian tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR jauh lebih efisien ketimbang mempertahankan rumah jabatan anggota (RJA). Menurut Said, biaya rehabilitasi dan perawatan RJA justru menguras anggaran hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun. “Lebih baik tunjangan perumahan daripada harus […]

  • Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep, Rusydiyono (kemeja putih) dalam acara penutupan Pelatihan Jurnalistik di UNIBA Madura.

    Ketua DPC PWRI Ajak Wartawan Sumenep Bersatu Jaga Independensi Pers

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 100
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep, Rusydiyono, mengajak seluruh asosiasi wartawan di Kota Keris untuk bersatu demi menjaga independensi dan kualitas pers yang sehat. Menurut Rusydiyono, atau yang akrab disapa Mas Yon, kekompakan antar asosiasi wartawan dan media sangat penting untuk mencegah praktik yang melanggar kode etik jurnalistik. “Dengan segala […]

expand_less