Breaking News
light_mode

Lesbumi PCNU Sumenep Bangun Arah Baru Kesenian, Dari Panggung Ekspresi Menuju Ruang Peradaban

  • account_circle En A
  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 195
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Lesbumi PCNU Sumenep kembali menghidupkan ruang diskusi kebudayaan melalui kegiatan Malem Salekoran bertajuk “Titik Koma Kesenian Sumenep” yang digelar di lantai II Kantor PCNU Sumenep, Minggu (7/6/2026).

Agenda rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 21 Hijriah tersebut menjadi wadah refleksi sekaligus forum dialog untuk membaca arah perkembangan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Sumenep.

Hadir sebagai narasumber Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim dan Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang IPTEK dan Kebudayaan, Ibnu Hajar. Keduanya mengulas tantangan, potensi, hingga masa depan ekosistem seni dan budaya di Kota Keris.

Dalam paparannya, KH Md Widadi Rahim menilai geliat kesenian di Sumenep sejatinya tumbuh subur melalui berbagai komunitas yang berkembang secara alami. Namun, menurutnya, masih diperlukan ruang kolaborasi yang lebih kuat agar gerakan seni mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kita melihat kesenian di Sumenep ini kadang masih berjalan di ruang masing-masing. Seni rupa punya jalannya sendiri, sastra sendiri, komunitas lain juga begitu. Padahal kalau dirangkul bersama, dampaknya akan lebih besar,” ujarnya.

Dari perspektif Nahdlatul Ulama, lanjutnya, kesenian tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi kreatif. Seni juga memiliki peran strategis sebagai media dakwah yang mampu menyampaikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah secara lebih dekat dan membumi.

“Kesenian bagi NU menjadi panggung dakwah untuk menyampaikan nilai-nilai Aswaja dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ibnu Hajar menegaskan bahwa sejarah perkembangan seni dan budaya di Sumenep tidak bisa dipisahkan dari tradisi pesantren yang selama ini menjadi salah satu fondasi kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Madura.

“Kalau bicara kesenian Sumenep, kita tidak bisa memisahkannya dari pesantren. Banyak dinamika kebudayaan di daerah ini lahir dan tumbuh dari tradisi pesantren,” katanya.

Ibnu juga mengulas perjalanan lahirnya Lesbumi di Sumenep yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas Jaringan Seniman Sumenep (JSS). Organisasi tersebut, menurutnya, pernah menjadi ruang perjumpaan berbagai pegiat seni dan budaya yang kemudian melahirkan banyak gagasan kreatif.

“Dulu ada ruang yang mempertemukan para seniman, salah satunya JSS. Dari situ kemudian lahir semangat yang ikut menjadi bagian dari tumbuhnya Lesbumi di Sumenep,” jelasnya.

Ia turut mengenang kiprah Lesbumi pada masa kepemimpinan Ketua PCNU Sumenep KH Ilyasi Siradj yang berhasil melahirkan sejumlah karya penting, termasuk buku antologi puisi Kampung Indonesia Pasca Kerusuhan yang diterbitkan oleh LKiS.

Sebagai sastrawan yang aktif sejak era 1990-an, Ibnu mengingatkan agar Lesbumi tidak hanya berkutat pada kegiatan seremonial. Menurutnya, organisasi kebudayaan harus mampu menghadirkan gerakan yang melahirkan karya dan gagasan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Lesbumi ini seperti koki, bumbunya sudah disiapkan para pendahulu. Tinggal bagaimana diolah menjadi sesuatu yang relevan dengan kebutuhan hari ini,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Lesbumi PCNU Sumenep Moh Junaidi menyatakan bahwa seluruh gagasan yang disampaikan para narasumber akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan langkah organisasi ke depan.

“Itu spirit dan perspektif yang harus kami terima sebagai catatan bagaimana Lesbumi akan berjalan ke depan,” tuturnya.

Junaidi menegaskan bahwa kesenian dan kebudayaan tidak semata-mata soal pertunjukan atau hiburan. Lebih dari itu, seni merupakan ruang produksi gagasan, pengetahuan, dan karya yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan peradaban masyarakat.

Karena itu, Lesbumi akan terus mengambil peran sebagai fasilitator untuk memperkuat ekosistem kesenian dan kebudayaan agar tidak hanya bertumpu pada panggung pertunjukan, melainkan juga melahirkan ruang-ruang intelektual dan kreativitas baru.

Menurutnya, Malem Salekoran yang diwariskan kepengurusan sebelumnya akan tetap dipertahankan sebagai medium transfer pengetahuan dan penguatan jaringan kebudayaan di Sumenep.

“Makanya, Malem Salekoran ini, sebagai warisan dari kepengurusan Lesbumi sebelumnya tetap kami adopsi. Terutama sebagai bagian dari proses transfer pengetahuan,” pungkasnya.***

  • Penulis: En A
  • Editor: Agira Jie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil milik warga Ambunten, Sumenep hancur usai insiden ledakan keras di garasi rumah. (Istimewa/Humas Polres Sumenep).

    Ledakan Mobil di Ambunten Gegerkan Warga, Polisi Selidiki Penyebab Misterius

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 452
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Ledakan dahsyat dari sebuah mobil menggegerkan warga Dusun Tambaagung, Desa Tambaagung Tengah, Kecamatan Ambunten, Minggu (24/8/2025) pagi. Suara keras yang terdengar sekitar pukul 06.00 WIB itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. Mobil yang meledak diketahui terparkir di garasi rumah milik HM (50). Saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di Jakarta. […]

  • Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti. (Istimewa/Humas Polres Sumenep)

    Heboh Penemuan Jasad Bayi di Kos Kangean, Polisi Pastikan Bukan Mutilasi

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle En A
    • visibility 438
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Warga Dusun Wakaf, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, digegerkan oleh penemuan jasad bayi perempuan di sebuah rumah kos pada Senin (1/9/2025) malam. Peristiwa memilukan itu terungkap sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung ditangani oleh Polsek Kangean, jajaran Polres Sumenep. Bayi malang tersebut diketahui berinisial ALA, berusia 11 bulan. Ia ditemukan sudah tidak bernyawa […]

  • Screenshoot video Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi saat menyampaikan siaran pers di akun YouTube PAN TV. (Istimewa)

    PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR, Demi Jaga Marwah Partai

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle En A
    • visibility 472
    • 1Komentar

    JAKARTA, (JARAK.co) – Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan dua kadernya yang duduk di kursi DPR RI, yakni Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya. Penonaktifan ini berlaku mulai Senin, 1 September 2025. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi melalui siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama Wakil […]

  • Foto Bersama FGD Bersama Paguyuban pengusaha Rokok Lokal beserta para ketua Asosiasi Media di Kabupaten Sumenep.

    Sinergi Pemkab Sumenep, Bea Cukai dan Media Dorong Legalitas Usaha Rokok Lokal Demi Ekonomi Madura Lewat FGD

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 987
    • 0Komentar

    SUMENEP, (Jarak.co) – Upaya mendorong legalitas dan kemandirian industri rokok lokal terus digalakkan di Kabupaten Sumenep. Forum Pimpinan Asosiasi Media (Forpam) menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Pendopo Agung Keraton Sumenep, pada Kamis 17 Juli 2025. Dengan mengusung tema ‘Memperkuat Sinergi Pemerintah, Bea Cukai, dan Pers dalam Mendorong Legalitas Usaha Rokok Lokal di Sumenep’, […]

  • Surat Siaran Pers Partai NasDem. (Istimewa)

    NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Keanggotaan DPR RI

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle En A
    • visibility 469
    • 0Komentar

    JAKARTA, (JARAK.co) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi mengambil langkah tegas terhadap dua kadernya yang duduk di Senayan, yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. Keduanya dinonaktifkan dari statusnya sebagai anggota DPR RI. Keputusan itu disampaikan melalui siaran pers yang dirilis pada Minggu (31/8/2025). Dalam keterangan tersebut ditegaskan bahwa keputusan berlaku mulai Senin, 1 […]

  • Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jatim, Syaiful Anam, memberikan sambutan pada HUT ke-10 kilasjatim.com di Gedung PWI Jatim. (Istimewa)

    Ketua JMSI Jatim Ungkap Ciri-Ciri Media Pers yang Baik

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle En
    • visibility 143
    • 0Komentar

    SURABAYA, (JARAK.co) –  Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jawa Timur, Syaiful Anam, mengungkap sejumlah indikator yang dapat menjadi tolok ukur sebuah media pers disebut baik. Menurutnya, penilaian tersebut tidak hanya dilihat dari produk jurnalistik, tetapi juga dari tata kelola perusahaan pers. Hal itu disampaikan Syaiful Anam saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Ulang […]

expand_less