Breaking News
light_mode

Lesbumi PCNU Sumenep Bangun Arah Baru Kesenian, Dari Panggung Ekspresi Menuju Ruang Peradaban

  • account_circle En A
  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 136
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Lesbumi PCNU Sumenep kembali menghidupkan ruang diskusi kebudayaan melalui kegiatan Malem Salekoran bertajuk “Titik Koma Kesenian Sumenep” yang digelar di lantai II Kantor PCNU Sumenep, Minggu (7/6/2026).

Agenda rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 21 Hijriah tersebut menjadi wadah refleksi sekaligus forum dialog untuk membaca arah perkembangan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Sumenep.

Hadir sebagai narasumber Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim dan Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang IPTEK dan Kebudayaan, Ibnu Hajar. Keduanya mengulas tantangan, potensi, hingga masa depan ekosistem seni dan budaya di Kota Keris.

Dalam paparannya, KH Md Widadi Rahim menilai geliat kesenian di Sumenep sejatinya tumbuh subur melalui berbagai komunitas yang berkembang secara alami. Namun, menurutnya, masih diperlukan ruang kolaborasi yang lebih kuat agar gerakan seni mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kita melihat kesenian di Sumenep ini kadang masih berjalan di ruang masing-masing. Seni rupa punya jalannya sendiri, sastra sendiri, komunitas lain juga begitu. Padahal kalau dirangkul bersama, dampaknya akan lebih besar,” ujarnya.

Dari perspektif Nahdlatul Ulama, lanjutnya, kesenian tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi kreatif. Seni juga memiliki peran strategis sebagai media dakwah yang mampu menyampaikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah secara lebih dekat dan membumi.

“Kesenian bagi NU menjadi panggung dakwah untuk menyampaikan nilai-nilai Aswaja dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ibnu Hajar menegaskan bahwa sejarah perkembangan seni dan budaya di Sumenep tidak bisa dipisahkan dari tradisi pesantren yang selama ini menjadi salah satu fondasi kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Madura.

“Kalau bicara kesenian Sumenep, kita tidak bisa memisahkannya dari pesantren. Banyak dinamika kebudayaan di daerah ini lahir dan tumbuh dari tradisi pesantren,” katanya.

Ibnu juga mengulas perjalanan lahirnya Lesbumi di Sumenep yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas Jaringan Seniman Sumenep (JSS). Organisasi tersebut, menurutnya, pernah menjadi ruang perjumpaan berbagai pegiat seni dan budaya yang kemudian melahirkan banyak gagasan kreatif.

“Dulu ada ruang yang mempertemukan para seniman, salah satunya JSS. Dari situ kemudian lahir semangat yang ikut menjadi bagian dari tumbuhnya Lesbumi di Sumenep,” jelasnya.

Ia turut mengenang kiprah Lesbumi pada masa kepemimpinan Ketua PCNU Sumenep KH Ilyasi Siradj yang berhasil melahirkan sejumlah karya penting, termasuk buku antologi puisi Kampung Indonesia Pasca Kerusuhan yang diterbitkan oleh LKiS.

Sebagai sastrawan yang aktif sejak era 1990-an, Ibnu mengingatkan agar Lesbumi tidak hanya berkutat pada kegiatan seremonial. Menurutnya, organisasi kebudayaan harus mampu menghadirkan gerakan yang melahirkan karya dan gagasan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Lesbumi ini seperti koki, bumbunya sudah disiapkan para pendahulu. Tinggal bagaimana diolah menjadi sesuatu yang relevan dengan kebutuhan hari ini,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Lesbumi PCNU Sumenep Moh Junaidi menyatakan bahwa seluruh gagasan yang disampaikan para narasumber akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan langkah organisasi ke depan.

“Itu spirit dan perspektif yang harus kami terima sebagai catatan bagaimana Lesbumi akan berjalan ke depan,” tuturnya.

Junaidi menegaskan bahwa kesenian dan kebudayaan tidak semata-mata soal pertunjukan atau hiburan. Lebih dari itu, seni merupakan ruang produksi gagasan, pengetahuan, dan karya yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan peradaban masyarakat.

Karena itu, Lesbumi akan terus mengambil peran sebagai fasilitator untuk memperkuat ekosistem kesenian dan kebudayaan agar tidak hanya bertumpu pada panggung pertunjukan, melainkan juga melahirkan ruang-ruang intelektual dan kreativitas baru.

Menurutnya, Malem Salekoran yang diwariskan kepengurusan sebelumnya akan tetap dipertahankan sebagai medium transfer pengetahuan dan penguatan jaringan kebudayaan di Sumenep.

“Makanya, Malem Salekoran ini, sebagai warisan dari kepengurusan Lesbumi sebelumnya tetap kami adopsi. Terutama sebagai bagian dari proses transfer pengetahuan,” pungkasnya.***

  • Penulis: En A
  • Editor: Agira Jie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret Polsek Dungkek, Polres Sumenep cek pekarangan warga sebagai bentuk dukungan ketahanan pangan nasional.

    Polsek Dungkek Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 371
    • 0Komentar

    SUMENEP (JARAK.co) – Polsek Dungkek, Polres Sumenep, mendukung program ketahanan pangan nasional dengan melakukan pengecekan rutin terhadap pekarangan warga. Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolsek Dungkek, AKP Siswantoro, sebagai tindak lanjut arahan Ketua Satgas Ketahanan Pangan, Kombes Pol Ari Wibowo. Pengecekan dilakukan di rumah Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) “Srikandi”, Ibu Kitmaniyah, di Dusun Pabengkon, Desa […]

  • FOTO: Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo. (dok. Istimewa)

    Fakta Baru, Bupati Sumenep Gunakan Mobil Dinas Lama Selama Menjabat

    • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 378
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan bahwa selama dua periode menjabat, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo hanya menggunakan dua unit mobil dinas, bukan empat seperti yang belakangan menjadi perbincangan. Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sumenep, Suharjono, menyampaikan klarifikasi tersebut kepada sejumlah wartawan pada Sabtu, 12 April 2025. Ia menyatakan bahwa masyarakat perlu […]

  • FOTO: Ketua DPP PDI Perjuangan, MH. Said Abdullah. (Ist/JARAK.co)

    Said Abdullah Tegaskan PDIP Jadi Penyeimbang Pemerintahan Presiden Prabowo

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Jaja Ahmad Sandinata
    • visibility 365
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Ketua DPP PDI Perjuangan MH. Said Abdullah menegaskan partainya akan mengambil posisi sebagai penyeimbang atau sparing partner pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Kalau hasil keputusan kongres kami, kongres ke-6 di Bali, kami tetap menjadi sparing partner pemerintah,” kata Said kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Meski berada di luar pemerintahan, […]

  • Apel Pasukan Operasi Zebra di Halaman Mapolres Sumenep. (istimewa)

    Ops Zebra Semeru 2025 Dimulai, Polres Sumenep Perketat Aturan Jalan Raya Jelang Operasi Lilin

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle En A
    • visibility 320
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Polres Sumenep resmi menggelar Operasi Zebra Semeru 2025 mulai 17 hingga 30 November 2025. Operasi tahunan ini menjadi momentum awal untuk menata keamanan dan ketertiban lalu lintas menjelang Operasi Lilin Semeru 2025, yang biasanya dihelat untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru. Mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat”, operasi ini […]

  • Raker JMSI Sumenep bertema “Meneguhkan Peran JMSI: Solidaritas Organisasi dan Kemandirian Media Siber di Mojokerto.

    JMSI Sumenep Teguhkan Komitmen Profesionalisme dan Kemandirian Media Lewat Raker di Mojokerto

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 321
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, (JARAK.co) – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Kerja (Raker) di Mojokerto, 12–14 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah organisasi serta meneguhkan komitmen terhadap profesionalisme dan kemandirian media siber. Raker bertema “Meneguhkan Peran JMSI: Solidaritas Organisasi dan Kemandirian Media Siber” itu diikuti oleh jajaran pengurus JMSI Sumenep […]

  • Puluhan mahasiswa PMII Komisariat UNIJA menyampaikan orasi di atas mobil komando saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor BRI Cabang Sumenep, dikawal ketat aparat kepolisian. (Ist)

    Mahasiswa Turun Jalan, Tekan BRI Sumenep Tuntaskan Dugaan Penipuan dan Penggelapan

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle En A
    • visibility 211
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sumenep, Kamis (23/4/2026). Aksi tersebut berlangsung memanas dan sempat diwarnai pembakaran ban di hadapan aparat kepolisian. Aksi dipimpin koordinator lapangan Ibnu Aljazari dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja (UNIJA). Massa menuntut pihak bank bertanggung jawab atas […]

expand_less