Breaking News
light_mode

Lesbumi PCNU Sumenep Bangun Arah Baru Kesenian, Dari Panggung Ekspresi Menuju Ruang Peradaban

  • account_circle En A
  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 194
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Lesbumi PCNU Sumenep kembali menghidupkan ruang diskusi kebudayaan melalui kegiatan Malem Salekoran bertajuk “Titik Koma Kesenian Sumenep” yang digelar di lantai II Kantor PCNU Sumenep, Minggu (7/6/2026).

Agenda rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 21 Hijriah tersebut menjadi wadah refleksi sekaligus forum dialog untuk membaca arah perkembangan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Sumenep.

Hadir sebagai narasumber Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim dan Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang IPTEK dan Kebudayaan, Ibnu Hajar. Keduanya mengulas tantangan, potensi, hingga masa depan ekosistem seni dan budaya di Kota Keris.

Dalam paparannya, KH Md Widadi Rahim menilai geliat kesenian di Sumenep sejatinya tumbuh subur melalui berbagai komunitas yang berkembang secara alami. Namun, menurutnya, masih diperlukan ruang kolaborasi yang lebih kuat agar gerakan seni mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kita melihat kesenian di Sumenep ini kadang masih berjalan di ruang masing-masing. Seni rupa punya jalannya sendiri, sastra sendiri, komunitas lain juga begitu. Padahal kalau dirangkul bersama, dampaknya akan lebih besar,” ujarnya.

Dari perspektif Nahdlatul Ulama, lanjutnya, kesenian tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi kreatif. Seni juga memiliki peran strategis sebagai media dakwah yang mampu menyampaikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah secara lebih dekat dan membumi.

“Kesenian bagi NU menjadi panggung dakwah untuk menyampaikan nilai-nilai Aswaja dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ibnu Hajar menegaskan bahwa sejarah perkembangan seni dan budaya di Sumenep tidak bisa dipisahkan dari tradisi pesantren yang selama ini menjadi salah satu fondasi kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Madura.

“Kalau bicara kesenian Sumenep, kita tidak bisa memisahkannya dari pesantren. Banyak dinamika kebudayaan di daerah ini lahir dan tumbuh dari tradisi pesantren,” katanya.

Ibnu juga mengulas perjalanan lahirnya Lesbumi di Sumenep yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas Jaringan Seniman Sumenep (JSS). Organisasi tersebut, menurutnya, pernah menjadi ruang perjumpaan berbagai pegiat seni dan budaya yang kemudian melahirkan banyak gagasan kreatif.

“Dulu ada ruang yang mempertemukan para seniman, salah satunya JSS. Dari situ kemudian lahir semangat yang ikut menjadi bagian dari tumbuhnya Lesbumi di Sumenep,” jelasnya.

Ia turut mengenang kiprah Lesbumi pada masa kepemimpinan Ketua PCNU Sumenep KH Ilyasi Siradj yang berhasil melahirkan sejumlah karya penting, termasuk buku antologi puisi Kampung Indonesia Pasca Kerusuhan yang diterbitkan oleh LKiS.

Sebagai sastrawan yang aktif sejak era 1990-an, Ibnu mengingatkan agar Lesbumi tidak hanya berkutat pada kegiatan seremonial. Menurutnya, organisasi kebudayaan harus mampu menghadirkan gerakan yang melahirkan karya dan gagasan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Lesbumi ini seperti koki, bumbunya sudah disiapkan para pendahulu. Tinggal bagaimana diolah menjadi sesuatu yang relevan dengan kebutuhan hari ini,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Lesbumi PCNU Sumenep Moh Junaidi menyatakan bahwa seluruh gagasan yang disampaikan para narasumber akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan langkah organisasi ke depan.

“Itu spirit dan perspektif yang harus kami terima sebagai catatan bagaimana Lesbumi akan berjalan ke depan,” tuturnya.

Junaidi menegaskan bahwa kesenian dan kebudayaan tidak semata-mata soal pertunjukan atau hiburan. Lebih dari itu, seni merupakan ruang produksi gagasan, pengetahuan, dan karya yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan peradaban masyarakat.

Karena itu, Lesbumi akan terus mengambil peran sebagai fasilitator untuk memperkuat ekosistem kesenian dan kebudayaan agar tidak hanya bertumpu pada panggung pertunjukan, melainkan juga melahirkan ruang-ruang intelektual dan kreativitas baru.

Menurutnya, Malem Salekoran yang diwariskan kepengurusan sebelumnya akan tetap dipertahankan sebagai medium transfer pengetahuan dan penguatan jaringan kebudayaan di Sumenep.

“Makanya, Malem Salekoran ini, sebagai warisan dari kepengurusan Lesbumi sebelumnya tetap kami adopsi. Terutama sebagai bagian dari proses transfer pengetahuan,” pungkasnya.***

  • Penulis: En A
  • Editor: Agira Jie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FOTO: Tim World Cleanup Day (WCD) Sumenep bersama berbagai pihak melakukan aksi bersih sampah di Pantai Desa Dapenda, Kecamatan Kota Sumenep, Sabtu (20/9/2025).

    WCD Sumenep Ajak Masyarakat Sadar Sampah Lewat Aksi Bersih Pantai

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Agira Jie
    • visibility 405
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan dalam peringatan World Cleanup Day (WCD) 2025. Tim WCD Sumenep bersama berbagai pihak melakukan aksi bersih sampah di Pantai Desa Dapenda, Kecamatan Kota Sumenep, Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan WCD yang telah dimulai sejak 17 September melalui sosialisasi tentang Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). […]

  • Foto Bersama FGD Bersama Paguyuban pengusaha Rokok Lokal beserta para ketua Asosiasi Media di Kabupaten Sumenep.

    Sinergi Pemkab Sumenep, Bea Cukai dan Media Dorong Legalitas Usaha Rokok Lokal Demi Ekonomi Madura Lewat FGD

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 987
    • 0Komentar

    SUMENEP, (Jarak.co) – Upaya mendorong legalitas dan kemandirian industri rokok lokal terus digalakkan di Kabupaten Sumenep. Forum Pimpinan Asosiasi Media (Forpam) menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Pendopo Agung Keraton Sumenep, pada Kamis 17 Juli 2025. Dengan mengusung tema ‘Memperkuat Sinergi Pemerintah, Bea Cukai, dan Pers dalam Mendorong Legalitas Usaha Rokok Lokal di Sumenep’, […]

  • Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, saat menjajal fasilitas HBOT atau terapi oksigen hiperbarik, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar. Jumat (2/5/2025).

    Wabup Sumenep Dorong RSUD Moh Anwar Miliki Alat Terapi Oxygen

    • calendar_month Jum, 2 Mei 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 468
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menilai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar perlu memiliki fasilitas terapi hiperbarik atau Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT). Pernyataan tersebut disampaikan Wabup Kiai Imam usai mencoba langsung terapi hiperbarik milik Lembaga Kesehatan Kelautan TNI Angkatan Laut (Lakesla), di RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep. […]

  • Rujak selingkuh, salah kuliner khas Sumenep yang menggugah selera.

    Makanan Khas Sumenep yang Wajib Dicoba, Nomor 5 Bikin Tergoda

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 420
    • 0Komentar

    SUMENEP (JARAK.co) – Sebuah kabupaten di ujung timur Madura, memiliki beragam makanan khas yang menggugah selera. Dengan cita rasa yang khas dan harga yang minimalis, patut kiranya bagi pecinta kuliner untuk mencobanya. Berikut beberapa makanan khas Sumenep yang patut dicoba: Kaldu Kokot Kaldu Kokot adalah sup berbahan dasar kacang hijau dan kikil sapi yang dimasak […]

  • Situasi Kebakaran Sederet Toko di Utara Puskesmas Ganding. (Istimewa)

    Kebakaran Pagi Hari Gegerkan Warga Ganding, Sederet Toko Ludes Dilalap Api

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle En A
    • visibility 447
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Kebakaran hebat melanda deretan toko di kawasan utara Puskesmas Ganding, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, pada Kamis (23/10/2025) pagi. Api diketahui mulai berkobar sekitar pukul 06.30 WIB dan dengan cepat menjalar ke bangunan lain di lokasi padat aktivitas warga tersebut. Berdasarkan informasi di lapangan, sejumlah toko yang terbakar meliputi toko sembako, jamu, onderdil […]

  • FOTO: Puskesmas Gayam, saat melakukan Investigasi Kontak (IK) terhadap pasien TB aktif untuk pencegahan penularan penyakit tersebut.

    Puskesmas Gayam Gelar Investigasi Kontak Pasien TB Aktif di Hari TBC Sedunia

    • calendar_month Jum, 21 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 441
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Dalam rangka memperingati hari TBC sedunia, Puskesmas Gayam, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan Investigasi Kontak (IK) terhadap pasien TB aktif untuk pencegahan penularan penyakit tersebut. Investigasi kontak dilakukan di seluruh desa wilayah kerja Puskesmas Gayam sejak tanggal 05 – 15 Maret 2025 bersama lintas sektor meliputi kader TB di masing-masing desa, […]

expand_less