Breaking News
light_mode

Lesbumi PCNU Sumenep Bangun Arah Baru Kesenian, Dari Panggung Ekspresi Menuju Ruang Peradaban

  • account_circle En A
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 15
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Lesbumi PCNU Sumenep kembali menghidupkan ruang diskusi kebudayaan melalui kegiatan Malem Salekoran bertajuk “Titik Koma Kesenian Sumenep” yang digelar di lantai II Kantor PCNU Sumenep, Minggu (7/6/2026).

Agenda rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 21 Hijriah tersebut menjadi wadah refleksi sekaligus forum dialog untuk membaca arah perkembangan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Sumenep.

Hadir sebagai narasumber Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim dan Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang IPTEK dan Kebudayaan, Ibnu Hajar. Keduanya mengulas tantangan, potensi, hingga masa depan ekosistem seni dan budaya di Kota Keris.

Dalam paparannya, KH Md Widadi Rahim menilai geliat kesenian di Sumenep sejatinya tumbuh subur melalui berbagai komunitas yang berkembang secara alami. Namun, menurutnya, masih diperlukan ruang kolaborasi yang lebih kuat agar gerakan seni mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kita melihat kesenian di Sumenep ini kadang masih berjalan di ruang masing-masing. Seni rupa punya jalannya sendiri, sastra sendiri, komunitas lain juga begitu. Padahal kalau dirangkul bersama, dampaknya akan lebih besar,” ujarnya.

Dari perspektif Nahdlatul Ulama, lanjutnya, kesenian tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi kreatif. Seni juga memiliki peran strategis sebagai media dakwah yang mampu menyampaikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah secara lebih dekat dan membumi.

“Kesenian bagi NU menjadi panggung dakwah untuk menyampaikan nilai-nilai Aswaja dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ibnu Hajar menegaskan bahwa sejarah perkembangan seni dan budaya di Sumenep tidak bisa dipisahkan dari tradisi pesantren yang selama ini menjadi salah satu fondasi kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Madura.

“Kalau bicara kesenian Sumenep, kita tidak bisa memisahkannya dari pesantren. Banyak dinamika kebudayaan di daerah ini lahir dan tumbuh dari tradisi pesantren,” katanya.

Ibnu juga mengulas perjalanan lahirnya Lesbumi di Sumenep yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas Jaringan Seniman Sumenep (JSS). Organisasi tersebut, menurutnya, pernah menjadi ruang perjumpaan berbagai pegiat seni dan budaya yang kemudian melahirkan banyak gagasan kreatif.

“Dulu ada ruang yang mempertemukan para seniman, salah satunya JSS. Dari situ kemudian lahir semangat yang ikut menjadi bagian dari tumbuhnya Lesbumi di Sumenep,” jelasnya.

Ia turut mengenang kiprah Lesbumi pada masa kepemimpinan Ketua PCNU Sumenep KH Ilyasi Siradj yang berhasil melahirkan sejumlah karya penting, termasuk buku antologi puisi Kampung Indonesia Pasca Kerusuhan yang diterbitkan oleh LKiS.

Sebagai sastrawan yang aktif sejak era 1990-an, Ibnu mengingatkan agar Lesbumi tidak hanya berkutat pada kegiatan seremonial. Menurutnya, organisasi kebudayaan harus mampu menghadirkan gerakan yang melahirkan karya dan gagasan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Lesbumi ini seperti koki, bumbunya sudah disiapkan para pendahulu. Tinggal bagaimana diolah menjadi sesuatu yang relevan dengan kebutuhan hari ini,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Lesbumi PCNU Sumenep Moh Junaidi menyatakan bahwa seluruh gagasan yang disampaikan para narasumber akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan langkah organisasi ke depan.

“Itu spirit dan perspektif yang harus kami terima sebagai catatan bagaimana Lesbumi akan berjalan ke depan,” tuturnya.

Junaidi menegaskan bahwa kesenian dan kebudayaan tidak semata-mata soal pertunjukan atau hiburan. Lebih dari itu, seni merupakan ruang produksi gagasan, pengetahuan, dan karya yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan peradaban masyarakat.

Karena itu, Lesbumi akan terus mengambil peran sebagai fasilitator untuk memperkuat ekosistem kesenian dan kebudayaan agar tidak hanya bertumpu pada panggung pertunjukan, melainkan juga melahirkan ruang-ruang intelektual dan kreativitas baru.

Menurutnya, Malem Salekoran yang diwariskan kepengurusan sebelumnya akan tetap dipertahankan sebagai medium transfer pengetahuan dan penguatan jaringan kebudayaan di Sumenep.

“Makanya, Malem Salekoran ini, sebagai warisan dari kepengurusan Lesbumi sebelumnya tetap kami adopsi. Terutama sebagai bagian dari proses transfer pengetahuan,” pungkasnya.***

  • Penulis: En A
  • Editor: Agira Jie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FOTO: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah. (Ist/JARAK.co)

    Ketua Banggar DPR RI: Pemerintahan Prabowo Tunjukkan Sinyal Positif, Tapi SDM Jangan Diabaikan

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Jaja Ahmad Sandinata
    • visibility 489
    • 0Komentar

    JAKARTA, (JARAK.co) – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah, menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam 10 bulan terakhir telah menunjukkan sinyal positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan angka pertumbuhan tidak boleh membuat pemerintah abai terhadap fondasi utama pembangunan, yaitu penguatan sumber daya manusia (SDM). “Kalau melihat capaian, […]

  • Flayer gelaran Haflatul Imtihan Ke-71 Sabilul Huda, Gadu Barat, Ganding, Sumenep.

    Haflatul Imtihan Ke-71 Sabilul Huda Siap Digelar Meriah, Hadirkan Lomba, Karnaval Budaya hingga Malam Puncak

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle En A
    • visibility 152
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Yayasan Sabilul Huda, Gadu Barat, Ganding, Sumenep, akan menggelar rangkaian kegiatan Haflatul Imtihan Ke-71 Sabilul Huda pada Juni hingga Juli 2026. Agenda tahunan ini dipastikan berlangsung semarak dengan berbagai acara religi, pendidikan, seni, dan budaya yang terbuka untuk masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar pesantren […]

  • Prosesi pelantikan DPD NasDem Sumenep 2025-2029 di Ballroom Hotel Myze. (JARAK.co)

    Akis Jasuli Nahkodai NasDem Sumenep 2025-2029, Targetkan Lompatan Politik dan Gerakan Kemanusiaan

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle En A
    • visibility 271
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Partai NasDem Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Susunan pengurus DPD NasDem Sumenep periode 2025-2029 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi megah di Ballroom Hotel Myze, Minggu 16 November 2025. Momen ini menandai dimulainya arah baru kepemimpinan partai di bawah komando Akis Jasuli sebagai Ketua, Ashwar Syadid sebagai Sekretaris, dan H. Muta’im sebagai Bendahara. […]

  • Moment pelantikan PAC GP Ansor Kecamatan Kota Sumenep periode 2025-2028.

    Moh. Kurdi Resmi Pimpin PAC GP Ansor Kota Sumenep, Usung Visi Kader Moderat dan Aktif di Masyarakat

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 499
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Suasana Minggu sore (24/8/2025) di Graha KH Abi Sujak, Kantor MWCNU Kota Sumenep, terasa penuh semangat. Ratusan kader Ansor dan Banser hadir untuk menyaksikan prosesi pelantikan pengurus baru Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Kota Sumenep periode 2025-2028. Dalam momen yang khidmat itu, Moh. Kurdi resmi dikukuhkan sebagai Ketua PAC GP […]

  • FOTO: Ketua DPP PDI Perjuangan, MH. Said Abdullah. (Ist/JARAK.co)

    Said Abdullah Tegaskan PDI Perjuangan Tak Akan Intervensi Kasus Hukum Bupati Ponorogo

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Agira Jie
    • visibility 201
    • 0Komentar

    SURABAYA, (JARAK.co) – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa partainya menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang dikabarkan terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT). Said menyatakan, PDI Perjuangan tidak akan melakukan intervensi terhadap langkah hukum yang ditempuh KPK dan mengajak semua […]

  • Calon Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, Maksudi

    Begini Gagasan Transformasi PMII Jatim ala Maksudi

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 304
    • 0Komentar

      SUMENEP, (JARAK.co) – Calon Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, Maksudi, menawarkan gagasan baru untuk arah gerakan PMII: Equilibrium Sosial-Inklusif. Gagasan ini lahir dari keprihatinannya terhadap menguatnya polarisasi sosial, rendahnya literasi digital, serta lemahnya integrasi antara keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan di tubuh PMII. Konsep tersebut menggabungkan teori ekonomi […]

expand_less