PWRI Sumenep Gelar Khatmil Qur’an 30 Juz di Sekretariat, Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Anggota
- account_circle En A
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar

Khatmil Qur’an 30 Juz di Sekretariat PWRI Sumenep.
SUMENEP, (JARAK.co) – Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan khatmil Qur’an atau khataman Al-Qur’an 30 juz di kantor sekretariat PWRI Sumenep, Senin (16/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut diikuti puluhan pengurus dan anggota PWRI. Mereka membaca Al-Qur’an secara bersama-sama hingga menuntaskan 30 juz dalam satu majelis.
Agenda tersebut menjadi kegiatan spiritual pertama yang digelar di sekretariat PWRI Sumenep. Selain sebagai bentuk ibadah di bulan suci Ramadan, kegiatan ini juga dimaknai sebagai upaya mempererat kebersamaan dan kekompakan di antara para anggota organisasi.
Ketua PWRI Sumenep, Rusydiyono, mengatakan bahwa pelaksanaan khatmil Qur’an sengaja dipilih pada momentum Ramadan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan organisasi kewartawanan tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan khatmil Qur’an di sekretariat PWRI Sumenep. Harapan kami, kantor ini tidak hanya menjadi tempat rapat atau kegiatan administratif, tetapi juga menjadi ruang yang membawa keberkahan dan nilai ibadah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses khataman dilakukan dengan metode pembagian juz kepada setiap peserta. Masing-masing anggota membaca satu juz sehingga keseluruhan 30 juz Al-Qur’an dapat diselesaikan secara bersama dalam satu majelis.
Menurutnya, cara tersebut tidak hanya mempermudah proses khataman, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan di antara anggota PWRI.
“Setiap peserta membaca satu juz sehingga 30 juz bisa selesai dalam satu majelis. Ini menjadi simbol kekompakan dan kebersamaan keluarga besar PWRI Sumenep,” ungkapnya.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari pembinaan spiritual para anggota.
Ia menilai, membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an bukan hanya sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga dapat menjadi penguat moral agar para anggota tetap istiqamah dalam kebaikan serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Kegiatan khatmil Qur’an tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kemajuan organisasi PWRI Sumenep serta keberkahan bagi seluruh anggotanya. ***
- Penulis: En A
- Editor: Agira Jie


Saat ini belum ada komentar