Breaking News
light_mode

Kapolres Sumenep Imbau Warga Waspada Campak, Tekankan Pentingnya Vaksinasi

  • account_circle JARAK.co
  • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
  • visibility 215
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Kapolres Sumenep AKBP Rivanda mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak. Penyakit menular ini dianggap berbahaya karena cepat menyebar dan berpotensi memicu wabah bila tidak segera dicegah.

Menurut Kapolres, masyarakat perlu mengenali gejala campak sejak dini agar bisa segera ditangani. Gejala umum yang sering muncul antara lain demam tinggi, batuk, pilek, diare, mata merah, serta ruam pada kulit.

“Kesadaran mengenali gejala awal sangat penting, supaya penderita campak bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat,” ujar AKBP Rivanda.

Ia menambahkan, campak dapat menular bahkan sebelum ruam kulit muncul. Penularan terjadi melalui udara, percikan batuk atau bersin, hingga kontak langsung dengan penderita maupun benda yang sudah terkontaminasi.

“Karena penyebarannya sangat cepat, kita harus waspada agar campak tidak berkembang menjadi wabah,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Kapolres menekankan pentingnya vaksinasi MR/MMR yang terbukti efektif memberikan perlindungan.

“Kami mengajak masyarakat Sumenep untuk menjaga kesehatan dengan melakukan vaksinasi, mengenali gejala sejak dini, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” tambahnya.

Melalui imbauan ini, Polres Sumenep berharap warga semakin peduli dan berperan aktif dalam mencegah penyebaran campak.

“Bersama kita bisa mencegah campak, melindungi generasi, dan mewujudkan masyarakat Sumenep yang sehat serta tangguh,” pungkas Kapolres.

Sekedar informasi, data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep per Rabu (27/8/2025) mencatat 2.321 kasus campak telah ditemukan di wilayah tersebut.

Sementara itu, 16.242 anak telah mendapatkan vaksin campak sebagai bagian dari upaya penanggulangan.

Hingga Kamis (28/8/2025), sebanyak 20 anak dilaporkan meninggal dunia akibat campak.***

  • Penulis: JARAK.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWRI Sumenep Tebar Berkah Sarung untuk Santri Tahfidz di Momentum HSN 2025.

    Semarak HSN 2025, PWRI Sumenep Tebar Berkah Sarung untuk Santri Tahfidz

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle En A
    • visibility 178
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Semangat Hari Santri Nasional (HSN) 2025 turut menggema di Kabupaten Sumenep. Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Sumenep menggelar aksi sosial dengan membagikan puluhan paket sarung kepada para santri tahfidz, Rabu (22/10/2025). Sebanyak 35 santri TPQ El-Fath, yang berlokasi di Jalan Semangka, Perumahan Bumi Sumekar Indah, Kelurahan Kolor, menerima […]

  • Potret Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo di Festival Srikaya di depan kantor Pemkab setempat.

    Pemkab Sumenep Dukung Petani Srikaya dengan Bantuan Pupuk dan Akses Pasar

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 248
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani srikaya melalui berbagai program bantuan pertanian dan pengembangan sentra produksi. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan perhatian khusus terhadap petani srikaya saat meninjau lokasi Festival Srikaya, yang menjadi bagian dari Kalender Event 2025. “Ini tanaman musiman. Para petani meminta bantuan pupuk gratis, dan nanti […]

  • Barang bukti yang diamankan. (Istimewa/Humas Polres Sumenep)

    Polsek Pasongsongan Tangkap Pencuri di Dusun Morasen, Barang Bukti Diamankan

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle En A
    • visibility 172
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Polsek Pasongsongan berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi di Dusun Morasen, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Selasa (16/9/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Pelapor berinisial S (44), seorang ibu rumah tangga, melaporkan kehilangan sejumlah barang berharga. Menindaklanjuti laporan itu, Unit Reskrim Polsek Pasongsongan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi berhasil mengamankan […]

  • Pengurus PABPDSI Kabupaten Sumenep saat menggelar kegiatan Ngobras Desa di Cafe Kanca Kona desa Babbalan. Jum'at, 14 Maret 2025.

    PABPDSI Sumenep Bekali BPD Maksimalkan Peran di Program Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 188
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Pengurus Daerah Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan Ngobrol Santai Seputar Desa (Ngobras Desa) di Cafe Kanca Kona desa Babbalan Sumenep. Kegiatan ini diikuti oleh anggota BPD kabupaten Sumenep baik secara luring maupun daring. Jum’at, 14 Maret 2025. Ngobras Desa edisi VIII mengundang Mohammad Ilyas selaku […]

  • Koordinator MD KAHMI Sumenep, Akis Jasuli saat Berbagi Berkah Dengan Anak Yatim Dan Dhuafa. (Istimewa)

    Dies Natalis ke-79 HMI, MD KAHMI Sumenep Ajak Kader Turun Tangan Jawab Tantangan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle En A
    • visibility 98
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Peringatan Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi ruang refleksi atas peran historis sekaligus tanggung jawab moral HMI sebagai organisasi kader tertua di Indonesia dalam menjawab tantangan kebangsaan dan pembangunan daerah. Koordinator Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Kabupaten Sumenep, Akis Jasuli […]

  • Ketupat, lambang saling memaafkan setelah hari kemenangan (satu bulan puasa).

    Makna Filosofis Ketupat dalam Budaya Jawa, Lebih dari Sekadar Hidangan Lebaran

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 208
    • 0Komentar

    SUMENEP (JARAK.co) – Ketupat, makanan khas yang identik dengan perayaan Idul Fitri, ternyata memiliki makna filosofis yang dalam dalam budaya Jawa. Istilah “ketupat” dalam bahasa Jawa disebut sebagai “kupat”, yang merupakan kependekan dari “ngaku lepat”. Dalam bahasa Indonesia, frasa ini berarti “mengaku salah” atau “mengaku dosa”. Tradisi ini mencerminkan momen saling memaafkan di hari kemenangan […]

expand_less