Breaking News
light_mode

UNIBA Madura Berangkatkan Mahasiswa Pilihan Magang ke Luar Negeri

  • account_circle JARAK.co
  • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
  • visibility 131
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura berkomitmen melebarkan sayapnya ke ranah Internasional, yakni dengan memberikan pengalaman kepada mahasiswanya untuk magang luar negeri.

Kampus Tera’ Tak Adhamar tersebut akan mengirim mahasiswanya ke Thailand melalui program International Internship 2025. Mahasiswa akan mengikuti program itu selama 60 hari, terhitung sejak 20 Mei sampai 11 Juli 2025.

“International Internship 2025 ini merupakan program pengembangan wawasan global dan pengalaman internasional bagi mahasiswa kami,” ujar Dekan Fakultas Bahasa Asing (FBA) UNIBA Madura Lailiy Kurnia Ilahi, Selasa (11/3/2025).

Pasalnya, tidak semua mahasiswa berkesempatan mengikuti program ini. Sebab, harus melalui serangkaian seleksi dan bersaing ketat antar mahasiswa.

“Tidak semua mahasiswa. Sebab jika ingin mengikuti program ini, mahasiswa harus memenuhi persyaratan akademik yang ketat. Misal, telah menyelesaikan minimal 90 SKS atau berada di semester 5, dengan IPK minimal 3,75,” paparnya.

Sementara Wakil Rektor I UNIBA Madura, Budyi Suswa mengungkapkan, jika kampus rintisan Achsanul Qosasi itu mempunyai visi kampus membangun jaringan akademik lintas negara yang tidak dimiliki semua kampus.

Sebab, lanjutnya, mahasiswa UNIBA Madura dituntut dan terbiasa dengan isu secara menyeluruh dan global, baik itu budaya negara-negara lain, lebih-lebih terbiasa berinteraksi dengan masyarakat dunia hingga membuka wawasan dan jaringan yang lingkupnya internasional.

“Tidak hanya cukup bagi mahasiswa yang berkaitan dengan internasional. Kami juga punya program pertukaran dosen dan budaya,” jelasnya.

Ditambahkan Budyi, pihaknya saat ini sudah memiliki Fakultas Bahasa Asing yang akan mendukung program tersebut. ***

  • Penulis: JARAK.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti. (Istimewa/Humas Polres Sumenep)

    Heboh Penemuan Jasad Bayi di Kos Kangean, Polisi Pastikan Bukan Mutilasi

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle En A
    • visibility 178
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Warga Dusun Wakaf, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, digegerkan oleh penemuan jasad bayi perempuan di sebuah rumah kos pada Senin (1/9/2025) malam. Peristiwa memilukan itu terungkap sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung ditangani oleh Polsek Kangean, jajaran Polres Sumenep. Bayi malang tersebut diketahui berinisial ALA, berusia 11 bulan. Ia ditemukan sudah tidak bernyawa […]

  • Barang bukti yang diamankan Polres Sumenep. (Istimewa)

    Polres Sumenep Ungkap Kasus Penyimpanan Bahan Peledak Tanpa Izin

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle En A
    • visibility 151
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumenep kembali menorehkan prestasi dengan mengungkap kasus kepemilikan bahan peledak tanpa izin di wilayah hukumnya. Kasus ini terungkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/33/X/2025/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JATIM, tertanggal 23 Oktober 2025. Penggerebekan dilakukan pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 01.30 WIB di rumah milik tersangka berinisial M (48), warga Dusun […]

  • Surat Siaran Pers Partai NasDem. (Istimewa)

    NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Keanggotaan DPR RI

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle En A
    • visibility 201
    • 0Komentar

    JAKARTA, (JARAK.co) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi mengambil langkah tegas terhadap dua kadernya yang duduk di Senayan, yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. Keduanya dinonaktifkan dari statusnya sebagai anggota DPR RI. Keputusan itu disampaikan melalui siaran pers yang dirilis pada Minggu (31/8/2025). Dalam keterangan tersebut ditegaskan bahwa keputusan berlaku mulai Senin, 1 […]

  • Ratih Ayu Sabariah, peserta pelatihan jurnalistik saat menerima sertifikat secara simbolis dari Wabup Sumenep, KH Imam Hasyim didamping ketua PWRI Sumenep.

    Pelatihan Jurnalistik PWRI Sumenep Antar Ratih Ayu Sabariah Raih Beasiswa di UNIBA Madura

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 138
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Ratih Ayu Sabariah, siswi kelas 12 SMA 1 Kalianget, mengaku sangat bahagia usai mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang digelar oleh Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep. Menurutnya, pelatihan ini tak hanya sekadar menambah wawasan, tetapi juga membuka jalan untuk meraih beasiswa penuh di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura. “Saya sangat senang bisa mengikuti […]

  • Raker JMSI Sumenep bertema “Meneguhkan Peran JMSI: Solidaritas Organisasi dan Kemandirian Media Siber di Mojokerto.

    JMSI Sumenep Teguhkan Komitmen Profesionalisme dan Kemandirian Media Lewat Raker di Mojokerto

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, (JARAK.co) – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Kerja (Raker) di Mojokerto, 12–14 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah organisasi serta meneguhkan komitmen terhadap profesionalisme dan kemandirian media siber. Raker bertema “Meneguhkan Peran JMSI: Solidaritas Organisasi dan Kemandirian Media Siber” itu diikuti oleh jajaran pengurus JMSI Sumenep […]

  • Ketupat, lambang saling memaafkan setelah hari kemenangan (satu bulan puasa).

    Makna Filosofis Ketupat dalam Budaya Jawa, Lebih dari Sekadar Hidangan Lebaran

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 157
    • 0Komentar

    SUMENEP (JARAK.co) – Ketupat, makanan khas yang identik dengan perayaan Idul Fitri, ternyata memiliki makna filosofis yang dalam dalam budaya Jawa. Istilah “ketupat” dalam bahasa Jawa disebut sebagai “kupat”, yang merupakan kependekan dari “ngaku lepat”. Dalam bahasa Indonesia, frasa ini berarti “mengaku salah” atau “mengaku dosa”. Tradisi ini mencerminkan momen saling memaafkan di hari kemenangan […]

expand_less