MBG di Sumenep Terus Dievaluasi, Layanan ke Wilayah Kepulauan Jadi Perhatian
- account_circle En A
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar

Koordinator Wilayah MBG Sumenep, Moh. Kholilurrahman (berdiri) saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “NgomBe (Ngobrol MBG).
SUMENEP, (JARAK.co) – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep akan terus dievaluasi guna memastikan manfaatnya dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima.
Evaluasi berkelanjutan dinilai penting untuk menyempurnakan pelaksanaan program sekaligus menjawab berbagai dinamika di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Wilayah MBG Sumenep, Moh. Kholilurrahman, saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “NgomBe (Ngobrol MBG): Program Berdampak, Lanjut atau Tidak?” yang diselenggarakan DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep di Tanean Cafe, Kamis (9/7/2026), kemarin.
Kholilurrahman menegaskan bahwa setiap kritik dan saran dari masyarakat, media, maupun pemerintah daerah menjadi bahan penting dalam penyempurnaan program yang digagas pemerintah pusat tersebut.
“Setiap program yang baru berjalan tentu memiliki dinamika di lapangan. Masukan dari masyarakat, media, maupun pemerintah daerah menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaannya semakin baik dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Menurutnya, MBG merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Karena itu, pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas makanan, kebersihan dapur, keamanan pangan, proses distribusi, hingga ketepatan sasaran penerima manfaat.
Ia menambahkan, koordinasi dengan Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus diperkuat agar standar pelayanan dapat dipenuhi secara konsisten. Jika ditemukan kendala di lapangan, pengelola SPPG diminta segera melakukan perbaikan.
Kholilurrahman juga mengapresiasi peran media dalam mengawal pelaksanaan program. Menurutnya, pemberitaan yang objektif membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan sekaligus menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Sejauh ini, perkembangan MBG di Sumenep menunjukkan tren positif dengan bertambahnya jumlah SPPG. Meski demikian, perluasan layanan ke wilayah kepulauan masih menjadi tantangan yang membutuhkan pola pelayanan khusus sesuai kondisi geografis setempat.
“Kami ingin seluruh anak di Kabupaten Sumenep memperoleh kesempatan yang sama untuk menerima makanan bergizi. Wilayah kepulauan juga menjadi perhatian karena membutuhkan pola pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi geografisnya,” kata Kholilurrahman.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi mengawal program tersebut agar tujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda dapat tercapai.***
- Penulis: En A
- Editor: Nel


Saat ini belum ada komentar