Breaking News
light_mode

Belajar Kemandirian dari Sekolah Dasar di Jepang

  • account_circle JARAK.co
  • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
  • visibility 445
  • comment 0 komentar

NASIONAL, (JARAK.co) – Pernah lihat anak-anak di Jepang pulang sekolah jalan kaki sendiri? Buat sebagian orang Indonesia, itu mungkin tampak berbahaya atau tidak biasa. Tapi di Jepang, itu hal yang sangat umum, bahkan sudah jadi budaya.

Anak-anak SD di Jepang terbiasa berangkat dan pulang sekolah sendiri, tanpa diantar atau dijemput. Mereka tahu rute jalan, tahu aturan lalu lintas, dan saling menjaga teman-temannya.

Ini bukan karena orang tuanya cuek, tapi karena sejak dini mereka diajarkan untuk mandiri dan bertanggung jawab.

Sementara di Indonesia, anak-anak umumnya masih diantar-jemput, bahkan sampai SMP atau SMA.

Kekhawatiran orang tua terhadap keamanan dan kurangnya fasilitas pendukung seperti trotoar yang layak, jadi alasan utamanya. Tapi dari sisi pendidikan, ini juga menunjukkan perbedaan filosofi.

Jepang; Didik Karakter Dulu, Nilai Akademik Menyusul

Di Jepang, pelajaran utama anak SD bukan matematika atau sains, tapi sopan santun, kebersihan, dan kerja sama. Anak-anak membersihkan kelas dan toilet sendiri setiap hari. Mereka juga makan bersama teman di ruang kelas, bukan di kantin.

Menurut Dr. Makiko Naka dari Kyoto University, anak-anak tumbuh mandiri, bukan hanya pintar di atas kertas. “Nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan rasa hormat jadi fokus utama,” ucapnya.

Indonesia; Fokus Akademik Lebih Dulu

Di Indonesia, pendidikan dasar cenderung fokus pada nilai rapor, ujian, dan hafalan. Pendidikan karakter memang ada, tapi seringkali hanya sebagai pelengkap.

Banyak anak yang belum dilatih mandiri, karena sekolah dan orang tua masih banyak mengambil alih tanggung jawab mereka.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Bukan berarti Indonesia harus meniru Jepang 100%, karena konteks sosial dan infrastrukturnya berbeda. Tapi pendekatan Jepang mengajarkan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka dan nilai, tapi juga soal membentuk manusia seutuhnya yang bisa berpikir, bertindak, dan hidup mandiri.

Mungkin ke depan, kita bisa mulai pelan-pelan beri anak kesempatan bertanggung jawab, libatkan mereka dalam kegiatan sosial, dan yang terpenting, percaya bahwa mereka bisa belajar dari pengalaman nyata.***

 

  • Penulis: JARAK.co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono saat menyerahkan donasi untuk para korban gempa di Pulau Sapudi yang diterima langsung Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi.

    Ketika Wartawan Turun Tangan: PWRI Sumenep Ulurkan Kepedulian untuk Korban Gempa Sapudi

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle En A
    • visibility 354
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Suasana hangat menyelimuti ruang Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep pada Kamis pagi (23/10/2025). Di tengah aktivitas kantor yang biasanya sibuk dengan urusan informasi publik, hari itu ada momen berbeda, sekelompok jurnalis datang bukan untuk meliput berita, melainkan membawa kepedulian. Mereka adalah pengurus DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep. Dengan wajah […]

  • Panggung Mewah Malam Spektakuler Haflah ke-71 Sabilul Huda

    Malam Spektakuler Haflah ke-71 Sabilul Huda, Lapangan Utama Dipadati Pengunjung

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • account_circle En A
    • visibility 301
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Ribuan masyarakat memadati lapangan utama Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Yayasan Sabilul Huda, Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, pada Rabu (24/6/2026) malam. Kehadiran mereka untuk menyaksikan Opening Ceremony Haflatul Imtihan ke-71 yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegiatan pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian Haflatul Imtihan yang setiap tahun digelar oleh lembaga […]

  • Direktur Rumah Institute, Irwan Hidayat.

    Rumah Institute: Pengusutan Dugaan Korupsi di Lingkungan Jampidsus Jadi Ujian Supremasi Hukum

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle En A
    • visibility 154
    • 0Komentar

    JAKARTA, (JARAK.co) – Direktur Rumah Institute, Irwan Hidayat, menegaskan bahwa mencuatnya dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret lingkungan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) harus menjadi momentum untuk membuktikan bahwa penegakan hukum di Indonesia berjalan secara adil dan tanpa pandang bulu. Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana yang telah ditindaklanjuti aparat penegak hukum wajib diproses […]

  • Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, saat menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan SKK Migas–Kangean Energy Indonesia Ltd. (KEI), dalam kategori kepedulian terhadap lingkungan serta menjunjung keterbukaan informasi publik.

    Operasi Migas dan Kelestarian Lingkungan, KEI Raih Apresiasi di HUT ke-80 PWI

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle En A
    • visibility 284
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Isu keberlanjutan lingkungan dalam industri migas kembali menjadi sorotan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang digelar di Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura, Senin (09/02/2026). Dalam momentum tersebut, SKK Migas–Kangean Energy Indonesia Ltd. (KEI) menerima penghargaan dari PWI Sumenep pada kategori Kontraktor Kontrak […]

  • ANTUSIAS; Puluhan siswa di Kecamatan Lenteng, buka tabungan SimPel di BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda).

    BPRS Bhakti Sumekar Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini Lewat Tabungan SimPel

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle En A
    • visibility 375
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) terus memperkuat literasi keuangan di kalangan pelajar. Pada September 2025, bank daerah ini kembali memperkenalkan produk Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Tabungan SimPel merupakan program nasional perbankan Indonesia yang ditujukan bagi pelajar mulai tingkat PAUD/TK hingga SMA/MA sederajat. Produk ini memiliki setoran […]

  • FOTO: Petugas tinjau fenomena sumur bor di Desa Prancak, Sumenep. (dok. Istimewa)

    Sumur Bor di Sumenep Semburkan Air 20 Meter, Warga Dikejutkan Aroma Gas

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 468
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Warga Dusun Paojajar, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, dikejutkan oleh semburan air dari sumur bor yang mencapai ketinggian 15–20 meter. Fenomena yang terjadi pada Selasa, 11 Maret 2025, sekitar pukul 06.00 WIB ini juga disertai aroma gas, meskipun tidak ada tanda-tanda nyala api. Semburan tersebut berasal dari sumur bor di lahan […]

expand_less