AFSPORT U-17 2026 Kembali Bergulir 24 Oktober, Pertandingan Digelar Tanpa Suporter
- account_circle En
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar

Konfrensi pers Panitia Pelaksana (Panpel) gelaran AFSPORT U-17 2026 di Kantor Koni Sumenep.
SUMENEP, (JARAK.co) – Turnamen AFSPORT U-17 2026 kembali dilanjutkan pada 24 Oktober 2026 setelah sempat dihentikan menyusul insiden kericuhan dalam pertandingan antara tim Kecamatan Ambunten dan Kecamatan Masalembu.
Panitia Pelaksana (Panpel) memastikan kelanjutan turnamen tetap mengacu pada bagan pertandingan yang telah ditetapkan. Penyesuaian hanya dilakukan terhadap jadwal pertandingan, tanpa mengubah format kompetisi.
Ketua Panpel Piala AFSPORT U-17 2026, Hasbul, mengatakan pihaknya telah menerima arahan dari Polresta Sumenep terkait persyaratan keamanan untuk melanjutkan kompetisi. Salah satu ketentuannya adalah pertandingan digelar tanpa kehadiran suporter.
“Pertandingan juga akan disiarkan secara langsung melalui YouTube. Kami memastikan pihak yang berada di dalam lapangan benar-benar panitia,” kata Hasbul. Kamis 22 Oktober 2026.
Selain larangan kehadiran suporter, panitia membatasi jumlah ofisial masing-masing tim maksimal lima orang. Sementara itu, tribun VIP hanya diperuntukkan bagi lima perwakilan dari setiap kecamatan.
Adapun wartawan tetap diperbolehkan melakukan peliputan dengan berkoordinasi terlebih dahulu dengan panitia.
Hasbul menegaskan, penghentian sementara turnamen akibat insiden tersebut tidak mengubah susunan pertandingan yang telah dirancang sebelumnya.
“Jadi, tetap sesuai bagan yang ada. Kami hanya menggeser hari dan tanggal pertandingan,” ujarnya.
Sebelumnya, insiden kericuhan dalam laga Ambunten kontra Masalembu berdampak pada penghentian sementara rangkaian turnamen. Panitia kemudian melakukan penyesuaian jadwal untuk pertandingan-pertandingan berikutnya, termasuk laga Kecamatan Sapeken melawan Kecamatan Arjasa serta Kecamatan Nonggunong kontra Kecamatan Pasongsongan.
Sementara itu, dua tim yang terlibat dalam insiden kericuhan dipastikan didiskualifikasi dari turnamen. Keduanya juga dijatuhi sanksi untuk penyelenggaraan turnamen berikutnya.
Untuk mendukung pelaksanaan pertandingan dengan pembatasan penonton, Panpel bekerja sama dengan RRI Sumenep dalam penyiaran langsung melalui YouTube. Langkah tersebut diharapkan tetap memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti jalannya kompetisi meski tidak dapat hadir langsung di lokasi pertandingan.
Hasbul menambahkan, panitia telah menyiapkan pelaksanaan lanjutan AFSPORT U-17 2026 dengan mengacu pada arahan Polresta Sumenep.
“Kami siap melanjutkan turnamen sesuai dengan arahan Kapolresta Sumenep,” tegasnya.
Panitia berharap penerapan aturan keamanan tersebut dapat mencegah terulangnya insiden serupa sekaligus memastikan kompetisi sepak bola usia muda di Kabupaten Sumenep berjalan tertib hingga selesai.***
- Penulis: En
- Editor: Nel


Saat ini belum ada komentar