Breaking News
light_mode

Bupati Fauzi Dorong Santri Sumenep Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan

  • account_circle En
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar

SUMENEP, (JARAK.co) – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri agar mengambil peran lebih luas dalam pembangunan daerah, termasuk melalui penguatan kemandirian ekonomi dan jiwa kewirausahaan.

Menurut Fauzi, santri tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga perlu mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan kemampuan berinovasi agar mampu menjawab tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembina apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).

Dalam momentum yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” itu, Fauzi menekankan pentingnya mempersiapkan santri menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai, potensi santri perlu dikembangkan secara menyeluruh agar tidak hanya berkontribusi dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu berkiprah di sektor sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Karena itu, Fauzi mendorong santri untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan diri. Ilmu agama, menurutnya, harus menjadi landasan dalam kehidupan, sedangkan ilmu pengetahuan umum menjadi bekal untuk memperluas kesempatan dan mengembangkan potensi.

“Teruslah menuntut ilmu dan jangan pernah berhenti belajar. Jadikanlah ilmu agama sebagai landasan kehidupan dan ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk mengembangkan kemampuan diri,” pesannya.

Selain penguasaan ilmu, Fauzi mengingatkan bahwa akhlak mulia merupakan bagian penting dalam membentuk karakter santri. Sikap menghormati orang tua, menyayangi sesama, dan peduli terhadap lingkungan harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Jagalah akhlak, muliakanlah orang tua, sayangilah sesama,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai ajaran di lingkungan pesantren, tetapi diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, santri dapat menjadi teladan sekaligus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.

Pada aspek kemandirian, Fauzi menilai jiwa kewirausahaan perlu terus ditumbuhkan. Santri didorong untuk berani menciptakan peluang usaha, mengembangkan kreativitas, serta membangun kemampuan ekonomi agar dapat berdiri mandiri dan membuka manfaat bagi orang lain.

Untuk mewujudkan hal itu, ia mengajak lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, dan berbagai unsur masyarakat memperkuat kerja sama dalam mendukung pengembangan potensi santri.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi santri untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan potensi masing-masing.

Apel HSN 2026 itu turut dihadiri Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, serta perwakilan Polresta Sumenep, Kodim 0827, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, DPRD, Rutan Kelas IIB, dan jajaran organisasi perangkat daerah Pemkab Sumenep.

Kegiatan juga diisi dengan menyanyikan Mars Syubbanul Wathon dan Mars Hari Santri yang menambah semangat kebangsaan para peserta.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Sumenep berharap santri mampu menjadi bagian dari kekuatan pembangunan bangsa dengan memadukan keunggulan ilmu, keluhuran akhlak, dan kemandirian ekonomi.***

  • Penulis: En
  • Editor: Nel

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malem Salekoran bertajuk “Titik Koma Kesenian Sumenep” yang digelar di lantai II Kantor PCNU Sumenep. (Dok.istimewa)

    Lesbumi PCNU Sumenep Bangun Arah Baru Kesenian, Dari Panggung Ekspresi Menuju Ruang Peradaban

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle En A
    • visibility 173
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Lesbumi PCNU Sumenep kembali menghidupkan ruang diskusi kebudayaan melalui kegiatan Malem Salekoran bertajuk “Titik Koma Kesenian Sumenep” yang digelar di lantai II Kantor PCNU Sumenep, Minggu (7/6/2026). Agenda rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 21 Hijriah tersebut menjadi wadah refleksi sekaligus forum dialog untuk membaca arah perkembangan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Sumenep. […]

  • Sosialisasi Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Sumenep di Pendopo Kecamatan Bluto. (Dok.Jarak.co)

    Jaga Harmoni Sosial, Bakesbangpol Sumenep Dorong Penguatan Peran Ormas

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2026
    • account_circle En
    • visibility 107
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep menegaskan pentingnya memperkuat peran organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial di tengah masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Organisasi Kemasyarakatan bertema Penguatan Peran Ormas dalam Merawat Harmoni Sosial Sumenep Berbasis Bhuppa’, Babbhu’, Guru, Rato di Pendopo Kecamatan Bluto, […]

  • Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda silaturahmi ke Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep. (Istimewa)

    Pererat Sinergi Ulama dan Polisi, Kapolres Sumenep Sowan ke Ketua MUI

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 449
    • 0Komentar

    SUMENEP (JARAK.co) – Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda melakukan silaturahmi ke Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep, KH. Moh. Shaleh Abdurahman, pada Selasa (29/4/2025), kemarin. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan di kediaman Ketua MUI. Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Sumenep. Baca Juga: AKBP Rivanda Resmi Pimpin Polres Sumenep, […]

  • Ketupat, lambang saling memaafkan setelah hari kemenangan (satu bulan puasa).

    Ketupat, Budaya dan Kearifan Lokal

    • calendar_month Ming, 6 Apr 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 567
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK co) – Ketupat bukan sekadar hidangan lezat yang identik dengan perayaan Idulfitri. Lebih dari itu, ketupat adalah simbol budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang sarat makna filosofis dan historis. Ketupat, yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda (janur), memiliki sejarah panjang dalam tradisi Nusantara. Dalam budaya Jawa, ketupat […]

  • Pelatihan Jurnalistik PWRI Sumenep di Aula Jhâghâ Tembâ Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura.

    PWRI Sumenep Gelar Pelatihan Jurnalistik di UNIBA Madura, Cetak Jurnalis Muda Berkompeten

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 439
    • 0Komentar

    SUMENEP (JARAK.co) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep kembali menggelar pelatihan jurnalistik sebagai bagian dari upaya mencetak jurnalis muda yang kompeten. Acara yang berlangsung di Aula Jhâghâ Tembâ Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura pada Sabtu, 15 Maret 2025, ini menghadirkan dua pemateri berpengalaman di dunia jurnalistik, yakni Subaidi (Jurnalis […]

  • Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep, Rusydiyono (kemeja putih) dalam acara penutupan Pelatihan Jurnalistik di UNIBA Madura.

    Ketua DPC PWRI Ajak Wartawan Sumenep Bersatu Jaga Independensi Pers

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle JARAK.co
    • visibility 375
    • 0Komentar

    SUMENEP, (JARAK.co) – Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep, Rusydiyono, mengajak seluruh asosiasi wartawan di Kota Keris untuk bersatu demi menjaga independensi dan kualitas pers yang sehat. Menurut Rusydiyono, atau yang akrab disapa Mas Yon, kekompakan antar asosiasi wartawan dan media sangat penting untuk mencegah praktik yang melanggar kode etik jurnalistik. “Dengan segala […]

expand_less